Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

banner kanker diabet jantung autisme terapy tnj sejuta tnj solusi tnj solusi maria
Photobucket
Kesaksian Syakir STROKE bahkan 1/3 otaknya hilang Kesaksian AGIAN Tahitian Noni vs PENYAKIT JANTUNG dan HYPERTENSI GAGAL Ginjal dengan Tahitian Noni TNJ dan AUTISMEe STROKE Apa itu DETOKSOFIKASI ? Pre Menstrual Sindrome (PMS) Healing crisis Gastritis Shizophrenia
Tampilkan postingan dengan label artikel kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel kesehatan. Tampilkan semua postingan

APAKAH BATU GINJAL



Definisi Batu Ginjal

Batu ginjal adalah mineral yang keras dan material dari kristal yang terbentuk didalam ginjal atau saluran kencing. Batu-batu ginjal adalah penyebab yang umum dari darah dalam urin dan seringkali nyeri yang berat/parah pada perut, panggul, atau selangkangan.

Batu-batu ginjal adakalanya disebut renal calculi. Satu dalam setiap 20 orang mengembangkan batu ginjal pada satu ketika dalam kehidupannya.
Kondisi dari mempunyai batu-batu ginjal diistilahkan nephrolithiasis atau urolithiasis.

Penyebab Batu Ginjal


Batu-batu ginjal terbentuk ketika ada pengurangan dalam volume urin atau kelebihan senyawa-senyawa yang membentuk batu dalam urin. Tipe batu ginjal yang paling umum mengandung kalsium dalam kombinasi dengan oxalate atau phosphate. Senyawa-senyawa kimia lain yang dapat membentuk batu-batu dalam saluran kencing termasuk asam urat (uric acid) dan amino acid cystine.

Dehidrasi melalui pemasukan cairan yang berkurang atau latihan yang berat tanpa penggantian cairan yang cukup meningkatkan risiko batu-batu ginjal. Rintangan pada aliran urin dapat juga menjurus pada pembentukan batu. Batu-batu ginjal dapat juga berakibat dari infeksi di saluran kencing; ini dikenal sebagai batu-batu struvite atau infeksi.

Pria-pria adalah paling mungkin mengembangkan batu-batu ginjal, dan orang-orang kulit putih adalah lebih sering dipengaruhi daripada orang-orang kulit hitam. Kelaziman dari batu-batu ginjal mulai meningkat ketika pria-pria mencapai umur empatpuluhannya, dan ia berlanjut untuk mendaki kedalam umur tujuhpuluhannya.

Orang-orang yang telah mempunyai lebih dari satu batu ginjal cenderung mengembangkan lebih banyak batu-batu. Sejarah batu-batu ginjal keluarga juga adalah faktor risiko untuk mengembangkan batu-batu ginjal.

Sejumlah kondisi-kondisi yang berbeda dapat menjurus pada batu-batu ginjal:
Gout berakibat pada jumlah yang meningkat dari asam urat (uric acid) dalam urin dan dapat menjurus pada pembentukan batu-batu asam urat.

Hypercalciuria (kalsium yang tinggi dalam urin), kondisi yang diwariskan lainnya, menyebabkan batu-batu pada lebih dari separuh kasus-kasus. Pada kondisi ini, terlalu banyak kalsium diserap dari makanan dan dieskresikan kedalam urin, dimana ia mungkin membentuk batu-batu calcium phosphate atau calcium oxalate.

Kondisi-kondisi lain yang berhubungan dengan peningkatan risiko batu-batu ginjal termasuk hyperparathyroidism, penyakit-penyakit ginjal seperti renal tubular acidosis, dan beberapa kondisi-kondisi metabolik yang diwariskan termasuk cystinuria dan hyperoxaluria. Penyakit-penyakit kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi) juga berhubungan dengan peningkatan risiko mengembangkan batu-batu ginjal.

Orang-orang dengan penyakit peradangan usus besar atau yang telah mempunyai bypass usus atau operasi ostomy adalah juga lebih mungkin mengembangkan batu-batu ginjal.

Beberapa obat-obat juga meningkatkan risiko batu-batu ginjal.

Obat-obat ini termasuk beberapa diuretics, antacid-antacid yang mengandung kalsium, dan protease inhibitor Crixivan (indinavir), obat yang digunakan untuk merawat infeksi HIV.

Gejala-Gejala Batu-Batu Ginjal

Sementara beberapa batu-batu ginjal mungkin tidak menghasilkan gejala-gejala (dikenal sebagai "silent" stones), orang-orang yang mempunyai batu-batu ginjal seringkali melaporkan penimbulan yang mendadak dari nyeri kejang yang menyiksa pada punggung bagian bawahnya dan/atau pada sisi, selangkangan, atau perut. Perubahan-perubahan pada posisi tubuh tidak membebaskan nyeri ini.

Nyeri secara khas turun naik/pasang surut dalam keparahannya, karakteristik dari nyeri colicky (nyeri yang adakalanya dirujuk sebagai renal colic). Ia mungkin begitu parah sehingga ia serikali disertai oleh mual dan muntah. Batu-batu ginjal juga secara karakteristik menyebabkan darah dalam urin. Jika infeksi hadir dalam saluran kencing bersama dengan batu-batu, mungkin ada demam dan kedinginan.

Mendiagnosa Batu-Batu Ginjal


Diagnosis dari batu-batu ginjal dicurigai oleh pola yang khas dari gejala-gejala ketika kemungkinan penyebab-penyebab lain dari nyeri perut atau panggul dikesampingkan.

Tes-tes imaging biasanya dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis. Helical CT scan tanpa material kontras adalah tes yang paling umum untuk mendeteksi batu-batu atau rintangan didalam saluran kencing.

Dahulu, intravenous pyelogram (IVP; x-ray dari perut bersama dengan pemasukan dari zat pewarna kontras kedalam aliran darah) adalah tes yang paling umum digunakan untuk mendeteksi batu-batu saluran kencing, namun tes ini mempunyai risiko komplikasi-komplikasi yang lebih besar, memakan waktu lebih lama, dan melibatkan paparan radiasi yang lebih tinggi daripada helical CT scan yang tidak dikontraskan.

Helical CT scans telah ditunjukan adalah alat diagnostik yang lebih efektif secara signifikan daripada IVP dalam diagnosis dari batu-batu ginjal atau saluran kencing.
Pada wanita-wanita hamil atau mereka yang harus menghindari paparan radiasi, pemeriksaan ultrasound mungkin dilakukan untuk membantu menegakan diagnosis.

Perawatan Batu-Batu Ginjal

Kebanyakan batu-batu ginjal akhirnya lewat melalui saluran kencing dengan sendirinya dalam 48 jam, dengan pemasukan cairan yang berlimpah. Obat-obat nyeri dapat diresepkan untuk pembebasan gejala.

Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan untuk melewatkan batu. Ini termasuk ukuran dari seseorang, sebelum lintasan batu, pembesaran prostat, kehamilan, dan ukuran dari batu.

Batu 4 mm mempunyai 80% kesempatan dari lintasan sementara batu 5 mm mempunyai 20% kesempatan. Batu-batu yang lebih besar dari 9-10 mm jarang lewat dengan sendirinya dan biasanya memerlukan perawatan.

Beberapa obat-obat telah digunakan untuk meningkatkan angka-angka lintasan dari batu-batu ginjal. Ini termasuk calcium channel blockers seperti nifedipine dan alpha blockers seperti tamsulosin.

Obat-obat ini mungkin diresepkan untuk beberapa orang-orang yang mempunyai batu-batu yang tidak secara cepat lewat melalui saluran kencing.

Untuk batu-batu ginjal yang tidak lewat dengan sendirinya, prosedur yang disebut lithotripsy seringkali digunakan. Pada prosedur ini, gelombang-gelombang kejut digunakan untuk memecah batu yang besar kedalam potongan-potongan yang lebih kecil yang kemudian dapat lewat melalui sistim urin.

Teknik-teknik operasi juga telah dikembangkan untuk mengangkat batu-batu ginjal. Ini mungkin dilakukan melalui sayatan kecil pada kulit (percutaneous nephrolithotomy) atau melalui alat yang dikenal sebagai ureteroscope yang dilewatkan melalui urethra dan kantong kemih keatas kedalam ureter.
Pencegahan Batu-Batu Ginjal

Daripada harus menjalani perawatan, adalah terbaik untuk menghindari batu-batu ginjal pada tempat pertama. Adalah terutama bermanfaat untuk meminum lebih banyak air. The National Institutes of Health merekomendasikan meminum sampai 12 glas penuh air setiap hari, jika anda telah mempunyai batu ginjal. Air membantu menguras senyawa-senyawa yang membentuk batu-batu di ginjal-ginjal.

Tergantung pada penyebab dari batu-batu ginjal dan sejarah medis seseorang, perubahan-perubahan diet atau obat-obat adakalanya direkomendasi untuk mengurangi kemungkinan mengembangkan lebih jauh batu-batu ginjal.

Adalah terutama bermanfaat, jika sseorang telah mengeluarkan sebuah batu, untuk mendapatkan batunya diperiksa dalam laboratorium untuk menentukan tipe yang tepat dari batu sehingga tindakan-tindakan pencegahan spesifik dapat dipertimbangkan.

Therapi batu ginjal dengan Tahitian Noni Juice :
Minum Tahitian Noni Juice TNJ) minum 40ml x 4 sehari pada saat bangun pagi, jam 11.00, sore hari sebelum makan malam dan menjelang tidur.
Lakukan secara rutin, setelah ada perbaiakan dosis bisa diturunkan.
Baca Selengkapnya......

Penyakit HIV (AIDS)



Penyakit HIV adalah kependekan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus tersebut seperti namanya menyebabkan kemerosotan dalam sistem kekebalan manusia. Seseorang dapat dites positif terjangkit HIV namun tidak menunjukkan gejala-gejala kemerosotan hingga bertahun-tahun.

Seseorang yang positif HIV dan yang mempunyai Infeksi oportunistik (sesuatu yang tidak mungkin ada bila HIV tidak ada), atau seseorang yang memiliki sel darah penolong T kurang dari 200 dikategorikan memiliki Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

Terdapat 2 macam virus H1V: Tipe1, yang umum dijumpai di Amerika Serikat, dan Tipe 2, yang, umum dijumpai di Eropa. Keduanya dapat menyebabkan AIDS. AIDS mengancam jiwa bila sel penolong T melemah atau dirusak oleh virus HIV. Sel T sendiri membantu pembentukan antibodi-antibodi yang melawan infeksi dalam darah. Alamiah sel T yang normal, berkisar antara 600 hingga 1.000.

Satu-satunya cara untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus HIV atau mengidap AIDS adalah melalui tes darah. Gejala-gejala dari penyakit ini begitu acak dan berbeda pada tiap orang.

Namun antara lain tanda-tanda dan gejala-gejala AIDS yang umum antara lain turunnya berat badan secara drastis, batuk keringat demam berkepanjangan, berkeringat di malam hari, kelenjar getah bening yang membengkak, diare kronis, bercak putih pada bagian mulut, radang paru-paru, hilangnya ingatan, lesi pada kulit dan depresi.

Dr. Neil Solomon tidak hanya menerima laporan tentang bagaimana noni telah membantu mengurangi gejala negatif yang dialami oleh penderita AIDS seperti masalah pemafasan dan ketidaknormalan pencemaan, namun Dr. Neil Solomon Juga telah mendapatkan informasi dari para individu yang mengindikasikan peningkatan sel T yang signifikan setelah meminum tahitian noni .

Beberapa percaya dalam kasus noni dan AIDS ini terdapat hubungan yang sangat kuat dan sinergis antara kandungan nutrasetikal dalam noni dan perbaikan pada selsel yang berhubungan dalam penyakil itu – sel T.

Dalam teori ini, ketika nutrasetikal dalam noni saling dikombinasikan secara unik maka akan terjadi peremajaan sel. Bila sel T mampu diremajakan lagi dan tersedia dalam jumlah yang banyak maka tubuh akan mampu menghalau penyakit dan menjaga fungsinya.

Terdapat masalah-masalah pada sistem kekebalan tubuh lainnya yang tidak berhubungan dengan HIV. Sebagai contoh, Myasthenia Gravis dan penyakit Addison dimana keduanya adalah ketidaknormalan yang terjadi di dalam tubuh dimana sistem kekebalan menyerang tubuh sendiri.

Pada Myasthenia Gravis, tubuh menciptakan antibody – antibodi yang melawan sendiri penerima asetitkolin yang terdapat pada otot-otot syaraf. Akibatnya terjadi kelemahan otot dan kelelahan.

Penyakit Addison muncul di saat sistem kekebalan menyerang kelenjar adrenal Yang merupakan tempat dimana beberapa hormon tubuh di Produksi. Tanpa adanya produksi hormon-hormon tersebut maka tubuh tidak akan tumbuh sebagaimana mestinya, seseorang akan mengalami kelelahan yang kronis dan makin memburuk, tekanan darah yang mudah turun, dan akan mudah sekali terkena penyakit lain seperti flu.

Dengan berbagai macam kelainan sistem kekebalan tubuh tersebut, Dr. Neil Solomon percaya tahitian noni dapat membantu dengan berbagai cara. Pertama, tahitian noni dapat membantu dalam hat pencegahan.

Bila sistem kekebalan tubuh anda tidak berfungsi secara benar, maka seseorang perlu berhati-hati untuk tidak tertular penyakit umum lainnya agar tidak meledak menjadi penyakit yang berat.

Tahitian Noni Juice mengatur seluruh sistem kekebalan tubuh dan membantu mempertahankan kesehatan yang optimal Banyak orang yang melaporkan bahwa mereka memilih noni di saat bepergian, dimana pertahanan tubuh sedang rendah.

Pejuang-pejuang kuno dari Polynesia biasanya menggunakan buah noni untuk menjaga stamina dan kekuatan oldeka pada waktu mereka bepergian dari satu pulau ke pulau lainnya.

Cara lain dimana noni mampu menolong kelainan pada sistem kekebalan tubuh adalah melalui mekanisme pembentukan selular yang ditunjang oleh kandungan nutrasetikal dalam noni. Beberapa dokter percaya bahwa kandungan nutrasetikal dalam noni dapat memmbantu mcmbangkitkan organ-organ yang telah diserang oleh sistem kekebalan tubuh yang abnormal.

Mendiang Dr. Mona Harrison, seorang lulusan Harvard yang telah mempelajari dalam menggunakan tahitian noni dalam praktek medisnya, mengemukakan teori bahwa noni berperan dalam merangsang beberapa kelenjar pada sistem endokrin sehingga meningkatkan produksi harmon yang lebih baik dan meningkatkan keseimbangan tubuh.

Dalam penelitian Dr. Neil Solomon, dari 162 orang yang positif HIV dan mengkonsumsi tahitian noni , 55% di antaranya melaporkan hasil yang baik.

Demlkian juga Dr. Neil Solomon menemukan dari 4.036 orang yang mengkonsumsi Tahititian Noni Juice untuk membantu permasalahan imunitas mereka, 79% di antaranya memperlihatkan adanya penurunan terhadap gejala-gejala yang negatif.

Dosis penggunaan Noni: Jumlah konsumsi Tahitian Noni Juice rata-rata dari 55% responden yang mengalami kemajuan kesehatan yang positif untuk HIV adalah 105 cc setiap hari.

Sedangkan 79% dari mereka yang secara rata-rata mengkonsumsi 105 cc setiap hari melaporkan hasil yang positif atas permasalahan imunitas mereka.

Testimoni : Sembuh dari HIV /AIDS dengan terapy Tahitian Noni Juice.
Baca Selengkapnya......

Syaraf Terjepit (Pinched Nerve)




Introduksi Pada Syaraf Terjepit

Syaraf-syaraf adalah seperti kawat-kawat elektrik yang mengangkut informasi dari otak ke seluruh tubuh dan sebaliknya. Mereka terdistribusi keseluruh tubuh.Syaraf-syaraf Motor (efferent) mengangkut informasi dari otak keluar ke tubuh.

Ini mengizinkan otak untuk mengirim perintah-perintah ke berbagai organ-organ tubuh. Contohnya, perintah-perintah ini dikirim ke otot-otot menyebabkan mereka untuk berkontraksi dan bergerak, atau mengirim informasi ke jantung untuk berdenyut lebih cepat atau lebih perlahan.

Syaraf-syaraf Sensory (afferent) mengirim informasi dari tubuh balik ke otak untuk pemrosesan, termasuk informasi tentang nyeri, sentuhan, rasa, temperatur, atau sensasi-sensasi lain.

Informasi berjalan sepanjang syaraf dengan sinyal electrochemical, banyak seperti informasi yang berjalan sepanjang kawat elektrik. Ketika syaraf terjepit, sinyal terputus di suatu tempat sepanjang jalurnya.
Penyebab Syaraf Terjepit

Syaraf terjepit disebabkan ketika syaraf entah bagaimana rusak atau terluka oleh tekanan langsung dan tidak mampu untuk melakukan sinyalnya dengan baik. Ada banyak penyebab-penyebab yang berpotensi untuk syaraf terjepit, tergantung pada lokasi dari syaraf.

Syaraf Terjepit Pada Leher Atau Punggung Bagian Bawah

Syaraf terjepit pada leher atau punggung bagian bawah dapat disebabkan oleh cakram yang menonjol (herniated disc), arthritis, bone spurs, atau spinal stenosis (penyempitan spine).

Spinal stenosis adalah penyempitan dari kolom tulang belakang yang syaraf-syaraf lewat melaluinya. Syaraf terjepit pada punggung bagian bawah atau pantat dapat menekan syaraf sciatic, yang dapat menyebabkan sciatica.

Syaraf Terjepit Pada Pergelangan Tangan Atau Siku Tangan

Syaraf terjepit pada pergelangan tangan dapat disebabkan oleh carpal tunnel syndrome. Kondisi ini disebabkan oleh penekanan (kompresi) pada syaraf median ketika ia lewat melalui jaringan yang terbatas dari pergelangan. Cubital tunnel syndrome adalah kondisi serupa yang disebabkan oleh penekanan dari syaraf ulnar pada siku.

Kedua-duanya dari kondisi-kondisi ini adalah lebih umum pada orang-orang diabetes dan orang-orang yang melakukan aktivitas-aktivitas yang berulang-ulang seperti juru ketik, yang menggunakan computer keyboard untuk periode-periode waktu yang panjang, atau pekerja-pekerja jalur perakitan.

Penyebab-penyebab Lain Dari Syaraf Terjepit


Pembengkakan sekitar syaraf dapat disebabkan oleh luka, memar, atau kondisi-kondisi lain, termasuk pembengkakan dari anggota-anggota tubuh yang dapat terjadi dengan kehamilan. Kecenderungan yang diturunkan, seperti yang dimanifestasikan oleh sejarah keluarga dari kondisi serupa, dapat juga meningkatkan kesempatan individu mengembangkan syaraf terjepit.

Gejala-Gejala Dari Syaraf Terjepit

Gejala-gejala dari syaraf terjepit tergantung pada syaraf mana yang terpengaruh. Setiap syaraf bertanggung jawab untuk pengiriman informasi ke atau dari bagian-bagian spesifik tubuh.

Gejala-gejala yang paling umum dari syaraf terjepit adalah:
1.nyeri,
2.mati rasa,
3.kesemutan, atau
4.kelemahan otot sepanjang alur syaraf.
5.Sensasi syaraf terjepit mungkin dirasakan seperti, contohnya, sensasi ketika bagian dari tubuh anda telah "jatuh tidur". Syaraf terjepit dapat menyebabkan gejala-gejala pada tempat kerusakan, atau lokasi mana saja lebih jauh menuruni alur dari syaraf yang terpengaruh.

Syaraf terjepit pada leher dapat menyebabkan nyeri atau kekakuan leher, bersama dengan gejala-gejala menuruni lengan.

Syaraf terjepit pada punggung bagian bawah menyebabkan nyeri dan kekakuan punggung dengan gejala-gejala menuruni tungkai. Dokter dapat seringkali mengidentifikasi syaraf mana yang terjept pada leher atau punggung bagian bawah berdasarkan pada bagian mana dari lengan atau tungkai pasien yang terpengaruh.

Syaraf terjepit pada pergelangan tangan dari carpal tunnel syndrome secara khas mempengaruhi ibu jari, jari telunjuk, dan jari-jari tangan tengah. Ia dapat juga menyebabkan kelemahan pada kekuatan menggenggam pasien, dan atrophy dari otot telapak tangan dekat ibu jari.

Syaraf terjepit pada siku dari cubital tunnel syndrome mempengaruhi lengan bawah, jari tangan keempat, dan jari-jari tangan kecil.
Mendiagnosa Syaraf Terjepit

Dokter akan mulai dengan menanyakan pasien berbagai pertanyaan-pertanyaan tentang nyeri, mati rasa, kesemutan, kelemahan, dan gejala-gejala lainnya. Pasien mungkin juga ditanya tentang kondisi-kondisi medis lain, sejarah pekerjaan, dan sejarah medis keluarga. Informasi ini dapat seringkali membantu dalam mengidentifikasi syaraf(-syaraf) yang terpengaruh.

Dokter akan kemudian memeriksa bagian tubuh yang terlibat. Ini mungkin termasuk pengujian kekuatan, sensasi, dan otot pasien pada otot-otot yang spesifik. Tergantung pada hasil-hasil dari sejarah medis dan pemeriksaan fisik, pasien mungkin perlu tes-tes tambahan.

Jika dokter mencurigai pasien mempunyai syaraf terjepit (kompresi dari syaraf-syaraf) pada leher atau punggung bagian bawah, X-rays mungkin perlu untuk menilai kemungkinan luka pada spine atau arthritis dari spine. Tergantung pada keparahan dan durasi dari gejala-gejala pasien, ia mungkin juga perlu CT scan atau MRI scan.

Studi-studi pencitraan ini menyediakan informasi tambahan tentang syaraf terjepit yang tidak terlihat pada X-rays yang reguler, dan dapat menyediakan informasi tambahan dalam persiapan untuk intervensi operasi jika diperlukan.

Dokter mungkin juga merekomendasikan tes-tes spesifik untuk syaraf yang terpengaruh termasuk studi konduksi syaraf atau electromyography (EMG). Pada studi konduksi syaraf, tes menstimulasi syaraf-syaraf dengan impuls elektrik yang ringan dan mengukur kecepatan dari impuls yang berjalan dalam syaraf.

Pada EMG, jarum kecil ditempatkan kedalam otot sementara pasien mengkontraksi otot untuk mengukur aktvitas elektrik dari otot-otot.

Merawat Syaraf Terjepit

Alat-alat penguat pendukung

Pada banyak kasus-kasus syaraf terjepit dapat dirawat dengan istirahat dan es. Jika syaraf terjepit ada pada lengan (carpal tunnel syndrome atau cubital tunnel syndrome) dokter mungkin merekomendasikan brace (alat penguat) untuk periode waktu yang singkat.

Brace membatasi jumlah gerakan sekitar syaraf, yang mengizinkannya untuk istirahat dan sembuh. Brace juga mencegah pasien dari gerakan-gerakan yang mungkin lebih jauh menekan atau menjepit syaraf yang terpengaruh. Brace yang digunakan untuk carpal tunnel syndrome menutupi pergelangan tangan dan diperluas sedikit kebelakang.

Ini karena selama flexion (menekuk pergelangan kebawah) syaraf median pada pergelangan terjepit lebih jauh. Brace untuk cubital tunnel syndrome pada siku dapat digunakan untuk mempertahankan siku menekuk terlalu banyak yang lebih jauh meregangkan syaraf ulnar.
Pengobatan

Beragam obat-obat dapat juga digunakan untuk merawat syara terjepit. Obat-obat anti peradangan, contohnya, ibuprofen atau naproxen dapat mengurangi peradangan (pembengkakan) sekitar syaraf yang terpengaruh.

Obat-obat lain yang digunakan secara spesifik untuk nyeri yang berhubungan dengan syaraf termasuk gabapentin (Neurontin) atau pregabalin (Lyrica).
Terapi fisik

Terapi fisik dapat membantu meregangkan dan menguatkan otot-otot spesifik pada tubuh, yang membantu membebaskan tekanan pada syaraf yang terjepit.
Operasi

Jika gejala-gejala dari syaraf terjepit tidak membaik dengan perawatan-perawatan diatas, operasi mungkin direkomendasikan. Operasi mungkin juga direkomendasikan jika pasien mengembangkan kelemahan tambahan pada otot-otot, atau jika syaraf-syaraf tertentu yang terjepit menyebabkan kehilangan kontrol dari usus besar atau kantong kemih (cauda equina syndrome). Ini adalah tanda-tanda dari kerusakan syaraf yang lebih parah.

Operasi untuk syaraf terjepit tergantung pada lokasi dari syaraf yang terjepit. Jika syaraf terjepit pada pergelangan tangan (carpal tunnel syndrome) atau siku (cubital tunnel syndrome), ahli bedah dapat membebaskan jaringan-jaringan diatas syaraf pada pergelangan tangan atau siku untuk membebaskan tekanan jaringan syaraf.

Jika syaraf terjepit ada pada leher atau punggung bagian bawah ahli bedah tulang belakang atau ahli bedah syaraf dapat mengeluarkan bagian dari cakram atau bone spurs yang menekan syaraf pada spine.

Pada beberapa kasus-kasus, jika diperlukan untuk mengeluarkan bagian-bagian yang besar dari tulang atau cakram, operai mungkin memerlukan spinal fusion untuk menstabilkan spine setelah membebaskan syaraf.
Prognosis Pasien Untuk Syaraf Terjepit

Pada kebanyakan kasus-kasus, pasien-pasien dengan syaraf terjepit mampu untuk sembuh sepenuhnya tanpa segala gejala-gejala yang bertahan lama. Kebanyakan pasien-pasien merespon dengan baik pada perawatan konservatif termasuk istirahat, modofikasi aktivitas, es, terap fisik, dan obat-obat.

Operasi-operasi pembedahan secara khas hanya direkomendasikan untuk orang-orang yang tidak membaik dengan perawatan konservatif atau jika mereka mempunyai kelemahan otot yang memburuk. Lebih lama pasien mempunyai gejala-gejala dari syaraf terjepit, dan menjadi lebih buruk gejala-gejalanya, lebih kecil kesempatan untuk kesembuhan sepenuhnya.

Nyeri, mati rasa dan kesemutan biasanya sembuh sepenuhnya dengan perawatan. Jika seseorang mengembangkan kelemahan atau pengikisan dari otot-otot ia harus mencari dokter sesegera mungkin untuk mencegah segala kerusakan syaraf yang permanen.


Baca Selengkapnya......

ASAM URAT


Asam Urat

Asam Urat sering dialami oleh banyak orang sekarang ini. Bahkan, orang yang masih tergolong muda juga sering ditimpa penyakit ini. Sebenarnya, seperti apa penyakit ini? Apa saja gejala, penyebab, dan solusinya? Serta makanan apa yang menjadi pantangan? Berikut kita akan membahasnya.
Yang dimaksud dengan asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Ini juga merupakan hasil samping dari pemecahan sel dalam darah. Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu.

Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat dalam tubuh. Hal lain yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah kita terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung banyak purin. Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak.

Penderita asam urat setelah menjalani pengobatan yang tepat dapat diobati sehingga kadar asam urat dalam tubuhnya kembali normal. Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka disarankan agar mengontrol makanan yang dikonsumsi sehingga dapat menghindari makanan yang banyak mengandung purin.


Gejala Asam Urat

* Kesemutan dan linu
* Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur
* Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.


Solusi Mengatasi Asam Urat

* Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7 untuk pria.
* Kontrol makanan yang dikonsumsi.
* Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.


Makanan yang Dihindari (mengandung banyak purin)

* Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.
* Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.
* Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.
* Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.
* Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
* Sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis.
* Buah-buahan seperti durian, alpukat, nanas, air kelapa.
* Minuman dan makanan yang mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, tuak.

Untuk asam urat yang sudah mulai terasa menggangu Tahitian Noni Juice dapat menjadi obat yang ampuh mengingat noni memiliki kemampuan menyeimbangkan jalannya sel – sel dalam tumbuh.

Penanganan Asam Urat dengan menggunakan Tahitian Noni Juice.
Tahitian Noni Juice dapat digunakan sebagai referensi penanganan asam urat dengan konsumsi 30-40ml dikonsumsi 3-4 kali sehari.

Baca Selengkapnya......

APAKAH BATU EMPEDU



Batu empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis.



Penyebab

Komponen utama dari batu empedu adalah kolesterol, sebagian kecil lainnya terbentuk dari garam kalsium. Cairan empedu mengandung sejumlah besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan empedu menjadi jenuh karena kolesterol, maka kolesterol bisa menjadi tidak larut dan membentuk endapan di luar empedu.

Faktor Risiko : Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita dan faktor risikonya adalah :

1. Usia lanjut.
2. Kegemukan (obesitas).
3. Diet tinggi lemak.
4. Faktor keturunan.

Patofisiologi


Sebagian besar batu empedu terbentuk di dalam kandung empedu dan sebagian besar batu di dalam saluran empedu berasal dari kandung empedu. Batu empedu bisa terbentuk di dalam saluran empedu jika empedu mengalami aliran balik karena adanya penyempitan saluran atau setelah dilakukan pengangkatan kandung empedu.

Batu empedu di dalam saluran empedu bisa mengakibatkan infeksi hebat saluran empedu (kolangitis), infeksi pankreas (pankreatitis) atau infeksi hati. Jika saluran empedu tersumbat, maka bakteri akan tumbuh dan dengan segera menimbulkan infeksi di dalam saluran. Bakteri bisa menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi di bagian tubuh lainnya.

Sebagian besar batu empedu dalam jangka waktu yang lama tidak menimbulkan gejala, terutama bila batu menetap di kandung empedu. Kadang-kadang batu yang besar secara bertahap akan mengikis dinding kandung empedu dan masuk ke usus halus atau usus besar, dan menyebabkan penyumbatan usus (ileus batu empedu).

Yang lebih sering terjadi adalah batu empedu keluar dari kandung empedu dan masuk ke dalam saluran empedu. Dari saluran empedu, batu empedu bisa masuk ke usus halus atau tetap berada di dalam saluran empedu tanpa menimbulkan gangguan aliran empedu maupun gejala.

Gejala dan Tanda

Jika batu empedu secara tiba-tiba menyumbat saluran empedu, maka penderita akan merasakan nyeri. Nyeri cenderung hilang-timbul dan dikenal sebagai nyeri kolik. Timbul secara perlahan dan mencapai puncaknya, kemudian berkurang secara bertahap. Nyeri bersifat tajam dan hilang-timbul, bisa berlangsung sampai beberapa jam. Lokasi nyeri berlainan, tetapi paling banyak dirasakan di perut atas sebelah kanan dan bisa menjalar ke bahu kanan.

Penderita seringkali merasakan mual dan muntah. Jika terjadi infeksi bersamaan dengan penyumbatan saluran, maka akan timbul demam, menggigil dan sakit kuning (jaundice). Biasanya penyumbatan bersifat sementara dan jarang terjadi infeksi.

Nyeri akibat penyumbatan saluran tidak dapat dibedakan dengan nyeri akibat penyumbatan kandung empedu. Penyumbatan menetap pada duktus sistikus menyebabkan terjadinya peradangan kandung empedu (kolesistitis akut). Batu empedu yang menyumbat duktus pankreatikus menyebabkan terjadinya peradangan pankreas (pankreatitis), nyeri, jaundice dan mungkin juga infeksi.

Kadang nyeri yang hilang-timbul kambuh kembali setelah kandung empedu diangkat, nyeri ini mungkin disebabkan oleh adanya batu empedu di dalam saluran empedu utama.

Komplikasi : Komplikasi yang mungkin segera terjadi adalah:

* Perdarahan
* Peradangan pankreas (pankreatitis).
* Perforasi atau infeksi saluran empedu.

Pada 2-6% penderita, saluran menciut kembali dan batu empedu muncul lagi.

Pencegahan

Karena komposisi terbesar batu empedu adalah kolesterol, sebaiknya menghindari makanan berkolesterol tinggi yang pada umumnya berasal dari lemak hewani.

Diagnosis
Jika tidak ditemukan gejala, maka tidak perlu dilakukan pengobatan. Nyeri yang hilang-timbul bisa dihindari atau dikurangi dengan menghindari atau mengurangi makanan berlemak.

Batu kandung empedu

Jika batu kandung empedu menyebabkan serangan nyeri berulang meskipun telah dilakukan perubahan pola makan, maka dianjurkan untuk menjalani pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi). Pengangkatan kandung empedu tidak menyebabkan kekurangan zat gizi dan setelah pembedahan tidak perlu dilakukan pembatasan makanan.

Kolesistektomi laparoskopik mulai diperkenalkan pada tahun 1990 dan sekarang ini sekitar 90% kolesistektomi dilakukan secara laparoskopi. Kandung empedu diangkat melalui selang yang dimasukkan lewat sayatan kecil di dinding perut. Jenis pembedahan ini memiliki keuntungan sebagai berikut:

* Mengurangi rasa tidak nyaman pasca pembedahan.
* Memperpendek masa perawatan di rumah sakit.

Teknik lainnya untuk menghilangkan batu kandung empedu adalah:

* Pelarutan dengan metil-butil-eter.
* Pemecahan dengan gelombang suara (litotripsi).
* Pelarutan dengan terapi asam empedu menahun (asam kenodiol dan asam ursodeoksikolik).

Batu saluran empedu

batu saluran empedu bisa menyebabkan masalah yang serius, karena itu harus dikeluarkan baik melalui pembedahan perut maupun melalui suatu prosedur yang disebut endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP). Pada ERCP, suatu endoskop dimasukkan melalui mulut, kerongkongan, lambung dan ke dalam usus halus.

Zat kontras radioopak masuk ke dalam saluran empedu melalui sebuah selang di dalam sfingter oddi. Pada sfingterotomi, otot sfingter dibuka agak lebar sehingga batu empedu yang menyumbat saluran akan berpindah ke usus halus.

ERCP dan sfingterotomi telah berhasil dilakukan pada 90% kasus. Kurang dari 4 dari setiap 1.000 penderita yang meninggal dan 3-7% mengalami komplikasi, sehingga prosedur ini lebih aman dibandingkan pembedahan perut. ERCP saja biasanya efektif dilakukan pada penderita batu saluran empedu yang lebih tua, yang kandung empedunya telah diangkat.


Penanganan penyakit Batu Empedu dengan Tahitian Noni Juice yang harus dioperasi telah terbukti berhasil. Saran pengguanaan TNJ yang dianjurkan adalah minimal 30ml /1 sloki x 3 per harinya.
Sumber :
BlogDokter.net
Baca Selengkapnya......

Kencing Manis / Diabetes


Definisi Kencing Manis

Kencing manis atau diabetis adalah suatu grup dari penyakit metabolisme dikarakteristikan oleh tingkat-tingkat gula darah (glukosa) yang tinggi, yang berakibat dari kerusakan-kerusakan pada pengeluaran insulin, atau kerja insulin, atau kedua-duanya.

Kencing manis , umumnya dirujuk sebagai diabetis pertama kali diidentifikasikan sebagai suatu penyakit yang berhubungan dengan "air seni manis" ("sweet urine"), dan kehilangan otot yang berlebihan pada dunia kuno. Peningkatan tingkat-tingkat gula darah (hyperglycemia) menjurus pada kebocoran glukosa kedalam urin, karena itu istilahnya kencing manis.


Secara normal, tingkat-tingkat gula darah dikontrol secara ketat oleh insulin, suatu hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Insulin menurunkan tingkat gula darah. Ketika gula darah naik (contohnya, setelah makan makanan), insulin dilepas dari pankreas untuk menormalkan tingkat gula.

Pada pasien-pasien dengan kencing manis/diabetis, tidak kehadiran atau produksi yang tidak mencukupi dari insulin menyebabkan hyperglycemia. Diabetis adalah suatu kondisi medis kronis, yang berarti bahwa walaupun itu dapat dikontrol, dia berlangsung seumur hidup.

Dampak Kencing Manis

Dengan berjalannya waktu, diabetis dapat menjurus pada kebutaan, gagal ginjal, dan kerusakan syaraf. Tipe-tipe kerusakan ini adalah akibat kerusakan dari pembuluh-pembuluh kecil, dirujuk sebagai penyakit mikrovaskuler (microvascular disease).

Diabetis juga adalah suatu faktor penting dalam mempercepat pengerasan dan penyempitan dari arteri-arteri (atherosclerosis), menjurus pada strokes, penyakit jantung koroner, dan penyakit-penyakit pembuluh darah besar lainnya. Ini dirujuk sebagai penyakit makrovaskuler (macrovascular disease).

Diabetis mempengaruhi hampir 17 juta orang (kira-kira 8% dari populasi) di Amerika. Sebagai tambahan, suatu tambahan yang diperkirakan dari 12 juta orang di Amerika mempunyai diabetis dan bahkan tidak mengetahuinya. Dari suatu perspektif ekonomi, biaya total per tahun dari diabetis pada tahun 1997 diestimasikan sebesar 98 milyar dolar di Amerika.

Biaya per kapita berasal dari pada tahun 1997 berjumlah $10,071.00; sedangkan biaya-biaya kesehatan untuk orang-orang tanpa diabetis sebesar $2,699.00 per kapita. Selama tahun yang sama ini, 13.9 juta hari opname di rumah sakit dihubungkan pada diabetis, dimana 30.3 juta kunjungan ke dokter berhubungan dengan diabetis. Ingat, angka-angka ini merefleksikan hanya populasi di Amerika . Seluruh dunia, statistiknya mengejutkan.
Diabetis adalah penyebab utama kematian yang ketiga di Amerika setelah penyakit jantung dan kanker.

Penyebab Kencing Manis

Produksi yang tidak mencukupi dari insulin (baik secara absolut atau relatif pada kebutuhan tubuh), produksi dari insulin yang rusak (yang adalah tidak umum), atau ketidakmampuan sel-sel untuk menggunakan insulin dengan baik dan secara efisien menjurus pada hyperglycemia dan diabetis. Kondisi terakhir ini kebanyakan mempengaruhi sel-sel otot dan jaringan-jaringan lemak, dan berakibat pada suatu kondisi yang dikenal dengan "resistensi insulin" ("insulin resistance").

Ini adalah persoalan utama pada diabetis tipe 2. Kekurangan absolut dari insulin, umumnya sekunder terhadap suatu proses merusak yang mempengaruhi sel-sel beta didalam pankreas yang menghasilkan insulin, adalah kelainan utama pada diabetis tipe 1.

Pada diabetis tipe 2, disana juga ada suatu kemunduran yang tetap dari sel-sel beta yang menambah pada proses peningkatan gula darah. Secara mendasar, jika seseorang resiten terhadap insulin, tubuh dapat pada beberapa tingkat meningkatkan produksi insulin dan mengatasi tingkat resistensi ini. Sesudahnya , jika produksi berkurang dan insulin tidak dapat dilepas secara vigoros, hyperglycemia akan berkembang.


Glukosa adala suatu gula sederhana yang ditemukan di makanan. Glukosa adalah suatu nutrisi yang penting yang menyediakan energi supaya sel-sel tubuh dapat berfungsi dengan baik. Karbohidrat diurai didalam usus kecil dan glukosa didalam makanan yang telah dicerna kemudian diserap oleh sel-sel usus kedalam aliran darah, dan dibawa oleh aliran darah keseluruh sel-sel tubuh dimana ia digunakan.

Bagaimanapun, glukosa tidak dapat sendiri masuk kedalam sel-sel dan memerlukan bantuan insulin untuk membantu pengangkutannya kedalam sel-sel. Tanpa insulin, sel-sel menjadi kelaparan energi glukosa meskipun tersedianya glukosa yang berlimpah-limpah didalam aliran darah.

Pada tipe-tipe diabetis tertentu, ketidakmampuan sel-sel untuk menggunakan glukosa memberikan reaksi pada situasi yang ironis dari "kelaparan ditengah kelimpahan". Glukosa yang berlimpah dan tidak digunakan dikeluarkan dengan borosnya didalam urin.

Insulin adalah suatu hormon yang diproduksi oleh sel-sel khusus (sel-sel beta) dari pankreas. Pancreas adalah suatu organ didalam perut yang berlokasi dibelakang lambung. Selain membantu glukosa masuk kedalam sel-sel, insulin juga penting dalam pengaturan tingkat glukosa yang ketat didalam darah. Setelah makan, tingkat glukosa darah naik.

Sebagai jawaban atas peningkatan tingkat glukosa, normalnya pankreas melepaskan lebih banyak insulin kedalam aliran darah untuk membantu glukosa masuk ke sel-sel dan menurunkan tingkat-tingkat glukosa setelah makan. Ketika tingkat-tingkat glukosa darah menurun, pelepasan insulin dari pankreas dikurangi.

Sangat penting untuk dicatat bahwa bahkan pada waktu keadaan puasa ada suatu pelepasan insulin sedikit yang tetap yang berfluktuasi sedikit dan membantu memelihara suatu tingkat gula darah yang tetap selama puasa.

Pada individu-individu normal, sistim pengaturan yang seperti ini membantu mempertahankan tingkat-tingkat glukosa darah dalam suatu batasan yang terkontrol secara ketat. Seperti diuraikan diatas, pada pasien-pasien kencing manis, insulinnya baik tidak hadir, relatif tidak mencukupi untuk keperluan tubuh, atau tidak digunakan dengan baik oleh tubuh. Semua faktor-faktor ini menyebabkan peningkatan tingkat-tingkat glukosa darah (hyperglycemia).

Tipe-Tipe Kencing Manis

Ada dua tipe-tipe utama dari diabetis, disebut tipe 1 dan tipe 2.
Diabetis tipe 1 juga disebut diabetes mellitus yang tergantung insulin [insulin dependent diabetes mellitus (IDDM)], atau diabetes mellitus yang menyerang anak-anak.

Pada diabetis tipe 1, pankreas mengalami suatu serangan autoimun oleh tubuhnya sendiri, dan dibuat tidak mampu membuat insulin. Kelainan-kelainan antibodi-antibodi telah ditemukan pada mayoritas pasien-pasien dengan diabetis tipe 1. Antibodi-antibodi adalah protein-protein didalam darah yang merupakan bagian dari sistim imun tubuh. Pasien dengan diabetis tipe 1 harus tergantung dari obat-obatan insulin untuk kelangsungan hidup.

Pada penyakit-penyakit autoimun, seperti diabetis tipe 1, sistim imun secara keliru membuat antibodi-antibodi dan sel-sel peradangan yang diarahkan melawan dan menyebabkan kerusakan pada jaringan-jaringan tubuh pasien sendiri. Pada pasien dengan diabetis tipe 1, sel-sel beta dari pankreas yang bertanggung jawab pada produksi insulin, diserang oleh sistim imun yang salah diarahkan.

Dipercayai bahwa kecenderungan mengembangkan antibodi-antibodi abnormal pada diabetis tipe 1 adalah sebagian diwariskan secara genetik, walaupun detil-detilnya tidak sepenuhnya dimengerti. Ekspose pada infeksi-infeksi virus tertentu (virus-virus mumps dan Coxsackie) atau racun-racun lingkungan lainnya dapat menyajikan untuk memicu respon-respon antibodi yang abnormal yang menyebabkan kerusakan pada sel-sel pankreas dimana insulin dibuat. Antibodi-antibodi ini dapat diukur pada mayoritas pasien-pasien, dan mungkin dapat membantu menentukan individu-individu yang mana saja berada pada risiko mengembangkan diabetis tipe 1.

Pada saat ini, American Diabetes Association tidak merekomendasikan penyaringan secara umum populasi untuk diabetis tipe 1, meskipun penyaringan dari individu-individu yang berisiko tinggi, seperti yang dengan suatu family generasi pertama (suadara kandung atau orang tua) dengan diabetis tipe 1 seharusnya dianjurkan.

Diabetis tipe 1 cenderung terjadi pada individu-individu yang muda dan kurus, umumnya sebelum berumur 30 tahun, bagaimanapun, pasien-pasien yang lebih tua kadangkala juga menunjukan bentuk diabetis ini. Sub-sub kelompok ini dirujuk sebagai diabetis autoimun tersembunyi pada orang dewasa [latent autoimmun disease in adults (LADA)]. LADA adalah suatu bentuk yang lambat dan progresif dari diabetis tipe 1. Dari semua pasien-pasien diabetis, hanya kurang lebih 10% dari pasien-pasien mempunyai diabetis tipe 1 dan sisanya 90% mempunyai diabetis tipe 2.

Diabetis tipe 2 juga dirujuk sebagai diabetes mellitus yang tidak tergantung insulin [non-insulin dependent diabetes mellitus (NIDDM)], atau diabetes mellitus yang menyerang orang dewasa [adult onset diabetes mellitus (AODM)].

Pada diabetis tipe 2, pasien-pasien tetap masih dapat memproduksi insulin, namun relatif tidak memcukupi untuk kebutuhan-kebutuhan tubuhnya, terutama menghadapi resisten insulin seperti yang didiskusikan diatas. Pada banyak kasus-kasus, ini sesungguhnya berarti pankreas memproduksi jumlah insulin yang lebih besar dari normalnya. Suatu sifat utama dari diabetis tipe 2 adalah suatu kekurangan kepekaan sel-sel tubuh pada insulin (terutama sel-sel lemak dan otot).

Sebagai tambahan pada persoalan dengan suatu peningkatan resistensi insulin, pelepasan insulin oleh pankreas dapat juga rusak dan suboptimal. Kenyataannya, ada suatu penurunan yang tetap dan diketahui pada produksi insulin dari sel-sel beta pada diabetis tipe 2 yang berkontribusi pada pemburukkan pengontrolan glukosa. (Ini adalah suatu faktor utama untuk banyak pasien-pasien dengan diabetis tipe 2 yang pada akhirnya memerlukan terapi insulin).

Akhirnya, hati pada pasien-pasien ini terus berlanjut memproduksi glukosa melalui suatu proses yang disebut gluconeogenesis meskipun dengan tingkat-tingkat glukosa yang tinggi. Kontrol dari gluconeogenesis menjadi bersepakat.

Ketika dinyatakan bahwa diabetis tipe 2 kebanyakan terjadi pada individu-individu lebih dari umur 30 tahun dan timbulnya meningkat dengan umur, kita melihat suatu angka yang mengkhwatirkan dari pasien-paseien dengan diabetis tipe 2 yang belum mencapai umur 10 tahun.

Faktanya, untuk pertama kali dalam sejarah kemanusiaan, diabetis tipe 2 sekarang lebih umum dari pada diabetis tipe 1 pada masa kanak-kanak. Kebanyakan dari kasus-kasus ini adalah suatu akibat langsung dari kebiasaan makan yang buruk, berat badan yang lebih berat, dan kurangnya berolahraga.

Ketika ada suatu komponen genetik yang kuat untuk mengembangkan bentuk diabetis ini, ada faktor-faktor risiko lainnya - yang paling signifikan darinya adalah kegemukan (obesity).

Ada suatu hubungan langsung antara derajat kegemukan dan risiko pengembangan diabetes tipe 2 , dan ini benar baik pada anak-anak maupun orang-orang dewasa. Diperkirakan bahwa kesempatan mengembangkan diabetes menjadi dua kali untuk setiap peningkatan berat badan sebesar 20% dari berat badan yang diinginkan.

Mengenai umur, data menunjukan bahwa untuk setiap dekade setelah umur 40 tahun tidak perduli berat badannya ada suatu peningkatan kejadian diabetes. Kelaziman (prevalence) dari diabetes pada orang-orang berumur 65 sampai 74 tahun adalah hampir 20%.

Diabetis tipe 2 juga adalah lebih umum pada kelompok-kelompok etnik tertentu. Dibandingkan dengan suatu kelaziman sebesar 6% pada orang-orang kulit putih (Caucasians), kelaziman pada orang-orang Amerika keturunan Afrika dan Asia diperkirakan adalah 10%, pada orang-orang Hispanics 15%, dan pada komunitas-komunitas pribumi Amerika tertentu 20% sampai 50%.

Akhirnya, kencing manis terjadi jauh lebih sering pada wanita-wanita dengan sejarah diabetes sebelumnya yang berkembang selama kehamilan (gestational diabetes).

Kencing manis dapat terjadi sementara selama kehamilan. Perubahan-perubahan hormon yang signifikan selama kehamilan dapat menjurus pada penigkatan gula darah pada individu-individu yang dipengaruhi secara genetik. Peningkatan gula darah selama kehamilan disebut gestational diabetes. Gestational diabetes umumnya menghilang setelah bayi dilahirkan.

Bagaimanapun, 25-50% dari wanita-wanita dengan gestational diabetes akan akhirnya dalam hidupnya mengembangkan diaetes tipe 2, terutama pada yang memerlukan insulin selama kehamilan dan yang tetap kegemukan setelah melahirkan.

Pasien-pasien dengan gestational diabetes umumnya diminta menjalani suatu tes toleransi gula secara oral kira-kira 6 minggu setelah melahirkan untuk menentukan apakah diabetisnya tetap berlangsung sesudah kehamilan, atau apakah adanya kehadiran bukti apa saja (seperti toleransi glukosa yang terganggu) yang dapt menjadi petunjuk pada risiko masa depan pasien untuk mengembangkan kencing manis.

Diabetis sekunder (secondary diabetes) merujuk pada peningkatan tingkat-tingkat gula darah dari kodisi medis lainnya. Diabetis sekunder dapat berkembang ketika jaringan pankreas bertanggung jawab pada produksi insulin dirusak oleh penyakit, seperti pankreatitis kronis (peradangan dari pankreas disebabkan oleh racun-racun sepeti alkohol yang berlebihan), luka (trauma), atau operasi pembuangan pankreas.

Diabetes dapat juga berasal dari gangguan-gangguan hormon lainnya, seperti produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan (acromegaly) dan Cushing's syndrome. Pada acromegaly, suatu tumor kelenjar pituitari (pituitary gland tumor) pada dasar otak menyebabkan produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan, menjurus pada hyperglycemia. Pada Cushing's syndrome, kelenjar-kelenjar adrenal (adrenal glands) memproduksi suatu cortisol yang berlebihan, yang mempromosikan peningkatan gula darah.

Sebagai tambahan, obat-obat tertentu dapat memperburuk kontrol diabetis, atau "membuka kedok" ("unmask") diabetis yang tersembunyi. Ini terlihat paling umum ketika obat-obat steroid (seperti prednisone) diminum dan juga dengan obat-obat yang digunakan pada perawatan infeksi HIV (AIDS).

Gejala-Gejala Kencing Manis

Gejala-gejala awal dari kencing manis yang tidak dirawat dihubungkan dengan kenaikkan tingkat-tingkat gula darah, dan kehilangan glukosa kedalam urin. Jumlah-jumlah yang tinggi dari glukosa didalam urin dapat menyebabkan peningkatan pengeluaran urin dan menjurus pada dehidrasi. Dehidrasi menyebabkan peningkatan kehausan dan konsumsi air.

Ketidakmampuan insulin untuk bekerja secara normal mempunyai pengaruh pada metabolisme protein, lemak dan karbohidrat. Insulin adalah suatu hormon anabolik (anabolic hormone), yaitu satu yang mendorong penyimpanan lemak dan protein. Suatu kekurangan insulin yang relatif atau mutlak akhirnya menjurus pada kehilangan berat badan meskipun dengan suatu nafsu makan yang meningkat.

Beberapa pasien-pasien kencing manis yang tidak dirawat juga mengeluh kelelahan, mual dan muntah. Pasien-pasien dengan diabetis adalah rentan untuk mengembangkan infeksi-infeksi kandung kemih (bladder), kulit, dan area-area vagina. Fluktuasi-fluktuasi pada tingkat-tingkat glukosa darah dapat menjurus pada penglihatan yang kabur. Peningkatan tingkat-tingkat glukosa yang ekstrim dapat menjurus pada kelesuan dan koma.

Mendiagnosis Kencing Manis

Tes gula darah puasa adalah cara yang lebih disukai untuk mendiagnosis diabetis. Itu mudah dan tidak menyusahkan untuk mengerjakannya. Setelah seseorang telah puasa malam sebelumnya (paling sedikit 8 jam), suatu sampel darah diambil dan dikirim ke labor untuk anaisa. Ini juga dapat dilaksanakan secara akurat di tempat praktek dokter menggunakan suatu alat glucose meter.

Tingkat-tingkat normal dari glukosa puasa adalah kurang dari 100 milligrams per deciliter (mg/dl). Tingkat-tingkat plasma glukosa yang lebih dari 126 mg/dl pada dua atau lebih tes-tes pada hari yang berbeda mengindikasikan diabetis. Suatu tes glukosa darah secara acak dapat juga digunakan untuk mendiagnosis diabetis. Suatu tingkat glukosa darah dari 200 mg/dl atau lebih mengindikasikan diabetis.

Ketika puasa glukosa darah berdiam diatas 100mg/dl, namun dalam batasan dari 100-126mg/dl, ini diketahui sebagai glukosa puasa yang terganggu [impaired fasting glucose (IFG)]. Ketika pasien-pasien dengan IFG tidak mempunyai diagnosis dari diabetes, kondisi ini membawanya dengan risiko-risiko dan kekhwatiran-kekhwatirannya sendiri, dan dialamatkan ditempat lain.
Tes-tes toleransi glukosa secara oral

Walaupun tidak digunakan lagi secara rutin, tes toleransi glukosa secara oral [oral glucose tolerance test (OGTT)] adalah standar emas untuk membuat diagnosis dari diabetis tipe 2. Ia masih umum digunakan untuk mendiagnosis gestational diabetes.

Dengan tes toleransi glukosa oral, seseorang berpuasa semalam (paling sedikit 8 tapi tidak lebih dari 16 jam). Kemudian pertama-tama, plasma glukosa puasa diuji. Setelah tes ini, orang ini menerima 75 gram glukosa (100 gram untuk wanita hamil).

Ada beberapa metode-metode yang dilaksanakan oleh dokter kandungan untuk melakukan tes ini, namun satu yang dibahas disini adalah yang standar. Biasanya, glukosanya adalah suatu cairan yang manis yang diminum oleh orang itu. Contoh-contoh darah diambil pada inteval-interval yang spesifik untuk mengukur glukosa darah.

Supaya tesnya memberikan hasil-hasil yang dapat dipercaya, orang itu harus berada dalam kesehatan yang baik (tidak mempunyai sakit lain apa saja, bahkan tidak juga suatu selesma). Juga, orang itu harus aktif secara normal (tidak berbaringan, contohnya, sebagai seorang pasien dirumah sakit) dan juga harus tidak meminum obat-obat yang dapat mempengaruhi glukosa darah. Untuk tiga hari sebelum tes, orang itu harus makan suatu makanan yang kaya karbohidratnya (150- 200 gram per hari). Pagi hari waktu tes, orang itu harus tidak merokok atau minum kopi.

Tes toleransi glukosa oral yang klasik mengukur tingkat-tingkat glukosa darah sebanyak lima kali pada suatu periode dari 3 jam. Beberapa dokter hanya mendapat suatu contoh darah garis dasar diikuti oleh suatu contoh dua jam setelah meminum larutan glukosa. Pada seseorang tanpa diabetis, tingkat-tingkat glukosa naik dan turun dengan cepat. Pada seseorang dengan diabetes, tingkat-tingkat glukosa naik lebih tinggi dari normal dan gagal untuk turun dengan cepat.

Orang-orang dengan tingkat-tingkat glukosa antara normal dan diabetik mempunyai toleransi glukosa yang terganggu [impaired glucose tolerance (IGT)]. Orang-orang dengan toleransi glukosa terganggu tidak mempunyai diabetes, namun berada pada risiko tinggi untuk menuju ke kencing manis. Setiap tahun, 1-5% dari orang-orang yang hasil-hasil tesnya menunjukan toleransi glukosa terganggu benar-benar akhirnya mengembangkan kencing manis.

Menurunkan berat badan dan berolahraga dapat membantu orang-orang dengan gangguan toleransi glukosa mengembalikan tingkat-tingkat glukosanya ke normal.

Sebagai tambahan, beberapa dokter menganjurkan penggunaan obat-obatan, seperti metformin (Glucophage), untuk membantu mencegah/memperlambat timbulnya diabetis yang nyata. Studi-studi terakhir telah menunjukan bahwa toleransi glukosa yang terganggu sendiri mungkin dapat merupkan suatu faktor risiko untuk pengembangan penyakit jantung.

Pada komunitas medis, kebanyakan dokter-dokter sekarang mengerti bahwa gangguan toleransi glukosa adalah bukan hanya suatu pendahuluan dari diabetis, namun adalah kesatuan penyakit klinis tersendiri yang memerlukan perawatan dan pengamatan.
Mengevaluasi hasil-hasil tes toleransi glukosa secara oral

Tes-tes toleransi glukosa dapat menjurus pada satu dari diagnosa-diagnosa berikut:
Respon normal : Seseorang dikatakan mempunyai respon normal jika tingkat glukosa 2 jamnya kurang dari 140 mg/dl, dan seluruh nilai-nilainya antara 0 dan 2 jam kurang dari 200 mg/dl.

Toleransi glukosa yang terganggu: Seseorang dikatakan mempunyai toleransi glukosa yang terganggu jika plasma glukosa puasa kurang dari 126 mg/dl dan tingkat tingkat glukosa 2 jamnya ada diantara 140 dan 199 mg/dl.

Diabetis: Seseorang mempunyai diabetis jika dua tes-tes diagnostik dilaksanakan pada hari yang berbeda menunjukan tingkat glukosa darah yang tinggi.
Gestational diabetes: Seorang wanita mempunyai gestational diabetes jika ia mempunyai dua apa saja dari yang berikut: suatu 100g OGTT, suatu plasma glukosa puasa lebih dari 95 mg/dl, suatu tingkat glukosa 1 jam lebih dari 180 mg/dl, suatu tingkat glukosa 2 jam lebih dari 155 mg/dl, atau suatu tingkat glukosa 3 jam lebih dari 140 mg/dl.

Tahitian Noni Internasional telah melakukan uji klinis terhadap Diabetes. Dan telah mendapatkan Hak Patent pada Maret 2007/ US Patent No.7.186.422. Dan terbukti telah membantu mencegah dan merawat Diabetes.

Kondisi yang berhubungan dengan Diabetes adalah gangguan fungsi reseptor dan transporter,gangguan metabolisme makromolekul tubuh dan inefisiensi fungsi hormonal.
Tahitian Noni Juice sangat efektif meregulasi,sekresi dan kerja insulin.

Dosis penggunaan TNJ untuk terapy DIABETES :
Referensi mantan pasien gula :

1. Sudah timbul luka : Terapi 3 bulan pertama 20 ml x 7 kali sehari terutama pada saat perut kosong.
2. Tanpa luka : 30 ml x 3-4 sehari

Referensi dr. Amarullah Siregar, DiHom., DNMed., M.Sc., Ph.D [ Health talk Balikpapan, Minggu, 8 November 2009 ]

Melakukan uji Hemoglobin A1C (HbA1C)

1. Normal kurang dari 6,5
2. Moderate 6,5 - 8
3. Buruk lebih dari 8

Jika hasilnya :

1. 6,5 – 8, maka takaran minum Tahitian Noni Juice 45-60ml X 2 dalam sehari
2. 8 - 10, maka takaran minum Tahitian Noni Juice 75-90ml X 2 dalam sehari
3. Lebih dari 10, maka takaran minum Tahitian Noni Juice 120ml X 2 dalam sehari





Baca Selengkapnya......

Kanker Prostat


Definisi Kelenjar Prostat

Kelenjar prostat adalah suatu organ yang berlokasi pada dasar atau leher dari kandung kemih. Kelenjar yang mengelilingi bagian pertama dari urethra. Urethra adalah jalanan lintasan dimana urin mengalir dari kandung kemih untuk keluar dari penis.

Satu fungsi dari kelenjar prostat adalah membantu mengontrol pembuangan air kecil dengan menekan secara langsung pada bagian urethra yang dikelilinginya. Fungsi lain dari kelenjar prostat adalah untuk menghasilkan beberapa


unsur-unsur yang ditemukan pada semen (air mani) yang normal, seperti mineral-mineral dan gula. Semen adalah cairan yang mengangkut sperma. Bagaimanapun seorang laki dapat memanage cukup baik tanpa kelenjar prostatnya.

Pada seorang laki muda, kelenjar prostat yang normal adalah sebesar sebuah semacam kenari (walnut). Selama penuan yang normal, bagaimanapun, kelenjar biasanya tumbuh lebih besar.

Pembesaran dengan penuaan ini disebut hipertropik prostat yang ramah [benign prostatic hypertrophy (BPH)], namun kondisi ini tidak dihubungkan dengan kanker prostat. Kedua-duanya BPH dan kanker prostat, bagaimanapun, dapat menyebabkan persoalan-persoanlan yang serupa pada laki-laki yang lebih tua.

Contohnya, suatu kelenjar prostat yang membesar dapat menekan atau menimpa pada saluran keluar kandung kemih atau urethra, menjurus pada sulitnya untuk membuang air kecil. Gejala-gejala yang diakibatkannya termasuk aliran kencing yang melambat dan kencing lebih sering, terutama pada waktu malam hari.

Definisi Kanker Prostat

Kanker prostat adalah suatu tumor yang sangat jahat yang terdiri dari sel-sel kelenjar prostat. Tumor biasanya tumbuh perlahan dan tetap terbatas pada kelenjar untuk bertahun-tahun.

Selama waktu ini, tumor menghasilkan sedikit atau tidak ada gejala-gejala atau tanda-tanda yang keluar (kelainan-kelainan pada pemeriksaan fisik). Ketika kanker berlanjut, bagaimanapun, ia dapat menyebar keluar dari prostat kedalam jaringan-jaringan sekelilingnya (penyebaran lokal).

Lebih dari itu, kanker juga dapat bermetastasis (bahkan menyebar lebih jauh) keseluruh bagian-bagian lain dari tubuh, seperti tulang-tulang, paru-paru, dan hati. Gejala-gejala dan tanda-tanda, oleh karenanya, lebih sering dihubungkan dengan kanker prostat yang telah berlanjut (parah).

Mengapa Kanker Prostat penting ?

Kanker prostat adalah penyakit berbahaya yang paling umum pada pria-pria Amerika dan penyebab pemimpin kedua kematian dari kanker, setelah kanker paru-paru.

Kebanyakan dari ahli-ahli dilapangan ini, oleh karenanya, merekomendasikan bahwa mulai dari umur 40 tahun, seluruh pria-pria harus menjalankan screening kanker prostat setiap tahunnya.

Penyebab Kanker Prostat

Penyebab kanker prostat tidak diketahui, namun kanker itu diperkirakan tidak berhubungan dengan hipertropik prostat ramah [benign prostatic hypertrophy (BPH)].

Faktor-faktor risiko kanker prostat yang mempengaruhinya termasuk umur yang berlanjut, genetik-genetik (yang diwariskan), pengaruh-pengaruh hormon, dan faktor-faktor lingkungan sperti racun-racun, kimia-kimia, dan produk-produk industri.

Kemungkinan mengembangnya kanker prostat meningkat dengan umur. Jadi, kanker prostat dibawah umur 40 tahun adalah sangat jarang, dimana ia adalah umum pada pria-pria yang berumur lebih dari 80 tahun.

Sebagai suatu kenyataan, beberapa studi-studi telah menyarankan bahwa diantara pria-pria lebih dari umur 80 tahun, antara 50 dan 80% dari mereka mungkin mempunyai kanker prostat !

Genetik-genetik (yang diwariskan), seperti yang baru saja disebutkan, memainkan suatu peran dalam risiko mengembangkan suatu kanker prostat. Contohnya, pria-pria hitam Amerika mempunyai suatu risiko yang lebih tinggi mendapatkan kanker prostat dari pada pria Jepang atau pria kulit putih Amerika.

Lingkungan, diet, dan faktor-faktor lain yang tidak diketahui, bagaimanapun, dapat memodifikasi kecenderungan-kecenderungan genetik seperti ini. Contohnya, kanker prostat adalah tidak umum pada pria Jepang yang hidup di aslinya di Jepang.

Bagaimanapun, ketika mereka pindah ke Amerika, kejadian kanker prostat mereka meningkat secara signifikan. Kanker prostat juga lebih umum diantara angota-anggota keluarga dari individu-individu dengan kanker prostat.

Jadi, seseorang yang ayahnya, kakeknya, atau bahkan paman mempunyai kanker prostat berada pada suatu risiko yang meningkat juga mengembangkan kanker prostat.

Kini, bagaimanapun, tidak ada gen kanker prostat yang spesifik telah diidentifikasi dan telah diverifikasi. Testosterone, hormon pria, secara langsung menstimulasi pertumbuhan dari kedua-duanya jaringan prostat normal dan sel-sel kanker prostat.

Tidak mengherankan, oleh karenanya, hormon ini diperkirakan terlibat dalam pengembangan dan pertumbuhan kanker prostat.

Implikasi penting dari peran hormon ini adalah bahwa mengurangi tingkat testosterone seharusnya (dan biasanya benar) efektif dalam menghalangi pertumbuhan kanker prostat.
Faktor-faktor lingkungan, seperti merokok dan diet-diet yang tinggi pada lemak jenuh, kelihatannya meningkatkan risiko kanker prostat.

Unsur-unsur tambahan atau racun-racun didalam lingkungan atau dari sumber-sumber industri mungkin juga memajukan pengembangan kanker prostat, namun ini masih belum diidentifikasi secara jelas.

Gejala-Gejala Kanker Prostat

Pada stadium-stadium awal, kanker prostat seringkali tidak menyebabkan gejala-gejala bertahun-tahun. Sebagai suatu kenyataan, kanker-kanker ini sering ditemukan pertama kali dengan suatu kelainan pada tes darah (PSA, didiskusikan dibawah) atau sebagai suatu benjolan yang keras pada kelenjar prostat.

Biasanya, doctor pertama merasakan benjolan waktu suatu pemeriksaan rutin dubur secara digital (dilakukan dengan jari). Kelenjar prostat terletak langsung didepan rectum. Ketika kanker membesar dan menekan pada urethra, aliran urin berkurang dan kencing (membuang air kecil) menjadi lebih sulit.

Pasien-pasien dapat juga mengalami rasa terbakar waktu kencing atau darah didalam urin. Ketika tumor berlanjut tumbuh, ia dapat memblokir secara penuh aliran dari urin, berakibat pada suatu kandung kemih yang membesar dan terhalangi yang sakit.

Pada stadium-stadium kemudian, kanker prostat dapat menyebar secara lokal ke jaringan sekelilingnya atau simpul-simpul getah bening yang berdekatan, yang disebut simpul-simpul pelvik (pelvic nodes). Kanker kemudian dapat menyebar bahkan lebih jauh (metastasis) ke arae-area lain tubuh.

Dokter pada suatu pemeriksaan dubur kadangkala dapat mendeteksi penyebaran lokal ke jaringan-jaringan sekelilingnya. Dokter dapat merasakan suatu tumor yang keras dan menetap (tidak bergerak) yang memanjang dari dan melebihi kelenjar.

Kanker prostat biasanya menyebar pertama ke tulang belakang bagian bawah (lower spine) atau tulang-tulang panggul/pelvic bones (tulang-tulang yang menhubungkan lower spine ke pinggul-pinggul), dengan demikian menyebabkan nyeri belakang (back pain) atau nyeri panggul (pelvic pain).

Kanker dapat kemudian menyebar ke hati dan paru-paru. Metastases (area-area dimana kanker telah menyebar) pada hati dapat menyebabkan nyeri di perut (abdomen) dan jaundice (warna kulit yang kuning) pada kejadian-kejadian yang jarang. Metastases pada paru-paru dapat menyebabkan nyeri dada dan batuk.

Tes-Tes Screening Kanker Prostat

Tes-tes screening adalah tes-tes yang dilaukan pada interval-interval teratur untuk mendeteksi suatu penyakit seperti kanker prostat pada stadium awal. Jika hasil dari suatu tes screening adalah normal, penyakit diduga tidak ada.

Jika suatu tes screening adalah tidak normal, penyakit dicurigai ada, dan tes-tes ang lebih jauh biasanya diperlukan untuk mengkonfirmasi kecurigaan untuk membuat diagnosisnya meyakinkan.

Kanker prostat awalnya dicurigai kareana suatu kelainan dari satu atau dua tes-tes screening yang dugunakan untuk mendeteksi kanker prostat. Tes-tes screening ini adalah suatu pemeriksaan dubur dengan jari dan suatu tes darah yang disebut prostate specific antigen (PSA).

Pada pemeriksaan dubur dengan jari (digital rectal examination), dokter merasakan kelenjar prostat dengan jari telunjuk yang disarungkan kedalam dubur untuk mendeteksi kelainan-kelainan dari kelenjar.

Jadi, sebuah benjolan yang tidak teratur atau kekerasan yang dirasakan pada permukaan kelenjar adalah suatu penemuan yang mencurigakan untuk kanker prostat. Karena itu, dokter-dokter biasanya merekomendasikan pemeriksaan dubur dengan jari setiap tahunnya pada pria-pria berumur 40 tahun dan lebih.

Tes PSA adalah suatu tes darah yang mudah, dapat diulang dan akurat. Ia digunakan untuk mendeteksi suatu protein (prostate specific antigen) yang dilepaskan dari kelenjar prostat kedalam darah. Jauh lebih penting, tingkat PSA biasanya lebih tinggi pada orang-orang dengan kanker prostat dari pada orang-orang tanpa kanker prostat.

PSA, oleh karenanya, adalah berharga sebagai suatu tes screening untuk kanker prostat. Karena itu, dokter-dokter merekomendasikan melakukan suatu PSA setiap tahun pada pria-pria berumur 50 tahun dan lebih.

Lebih jauh, untuk pria-pria yang mempunyai risiko-risiko tinggi kanker prostat seperti dibahas diatas, kebanyakan dokter-dokter merekomendasikan memulai screening PSA bahkan pada umur yang lebih muda (misalnya pada umur 40 tahun).

Hasil-hasil tes darah PSA dibawah 4 nanograms per milliliter umumnya dipertimbangkan normal. Hasil-hasil antara 4 dan 10 dipertimbangkan sebagai garis batas. Nila-nilai garis batas ini diinterpretasikan didalam konteks dari umur pasien, gejala-gejala, tanda-tanda, sejarah keluarga, dan perubahan-perubahan pada tingkat-tingkat PSA melalui waktu.

Hasil-hasil yang lebih tinggi dari 10 dipertimbangkan abnormal, menyarankan kemungkinan kanker prostat. Lebih tinggi nilai PSA, lebih mungkin diagnosis dari kanker prostat.

Lebih dari itu, tingkat PSA cenderung meningkat jika kanker telah berlanjut dari kanker prostat yang terbatas pada organ ke penyebaran (metastatic) ketempat lain. Nilai-nilai yang sangat tinggi, seperti 30 atau 40 dan lebih, biasanya disebabkan oleh kanker prostat.

Peningkatan-Peningkatan Positif yang Palsu pada Tes PSA

Peningkatan-peningkatan positif yang palsu pada PSA adalah peningkatan-peningkatan pada PSA yang disebabkan oleh kondisi-kondisi yang lain dari pada kanker prostat. Contohnya, benign prostatic hypertrophy (BPH) dan infeksi atau peradangan dari prostat (prostatitis) dari sebab apa saja dapat meningkatkan PSA. Catat juga bahwa bahkan suatu pemeriksaan dubur atau suatu ejakulasi dalam waktu 48 jam sebelumnya dapat kadangkala meningkatkan PSA.

Peningkatan-peningkatan positif yang palsu biasanya berada pada batasan 4 sampai 10, namun mereka dapat meningkat setinggi 25 sampai 30. Pada tingkat-tingkat setinggi ini, bagaimanapun, kehati-hatian dalam interpretasi dari tes ini dijamin karena suatu kanker prostat mungkin telah hadir.

Penyakit-penyakit yang bukan prostat atau infeksi-infeksi, obat-obat, makanan-makanan, merokok, dan alkohol tidak menyebabkan peningkatan-peningkatan PSA positif yang palsu.

Kemampuan tes PSA untuk mendeteksi kanker prostat (disebut kepekaan dari tes) adalah tinggi. Sebab untuk ini adalah bahwa kebanyakan pasien-pasien, meskipun tidak semuanya, dengan kanker prostat mempunyai suatu garis batas atau suatu peningkatan PSA yang abnormal.

Kemampuan dari tes untuk meniadakan diagnosis-diagnosis lainnya (disebut kekhususan dari tes), bagaimanapun, adalah lebih rendah karena kondisi-kondisi lain yang dapat menyebabkan peningkatan-peningkatan PSA positif yang palsu.

Perbaikan-Perbaikan yang telah dibuat pada Tes PSA

Akhir-akhir ini, beberapa perbaikan-perbaikan telah dibuat pada tes darah PSA. Tujuan dari perbaikan-perbaikan ini adalah untuk membantu dokter-dokter untuk menilai suatu garis batas atau suatu peningkatan PSA positif yang palsu yang lebih baik.

Tujuannya adalah untuk menentukan lebih akurat siapa yang mempunyai kanker prostat dan siapa mempunyai suatu peningkatan PSA positif yang palsu dari kondisi yang lain. Dengan kata-kata lain, maksud dari perbaikan-perbaikan adalah untuk memperbaiki kepekaan dan kekhususan dari tes.

Satu perbaikan disebut rasio PSA (PSA ratio). Rasio ini ditentukan oleh pembagian jumlah PSA yang beredar bebas didalam aliran darah oleh jumlah PSA yang terikat pada protein-protein didalam aliran darah.

Penelitian telah menunjukan bahwa PSA yang beredar bebas didalam darah cenderung dihubungkan dengan benign prostatic hypertrophy (BPH) dimana PSA yang terikat pada protein cenderung dihubungkan dengan kanker prostat.

Jadi, suatu rasio PSA yang tinggi menyarankan suatu peningkatan PSA positif yang palsu dan melawan diagnosis kanker prostat. Berbeda dengannya, suatu PSA yang tinggi dengan suatu rasio PSA yang rendah menyokong diagnosis kanker prostat.

Modifikasi tes PSA terakhir lainnya didasarkan pada pengamatan bahwa ketika pria-pria menua, jumlah PSA didalam darah secara normal dapat naik tanpa kehadiran suatu kanker prostat.

Jadi, dokter-dokter dapat menggunakan apa yang dirujuk sebagai suatu PSA yang spesifik umur, terutama untuk mengevaluasi nilai-nilai garis batas. Pada PSA yang spesifik umur, nilai-nilai normal disesuaikan dengan umur pasien.

Karenanya, batasan-batasan normal yang spesifik umur adalah 0 sampai 2.5 untuk pria-pria yang berumur 40, 0 sampai 3.5 pada umur 50, 0 sampai 4.5 pada umur 60, dan 0 sampai 6.5 untuk pria-pria berumur 70 tahun dan lebih.

Oleh karenanya, sebagai suatu contoh, suatu PSA dari 4 akan dipertimbangkan garis batas untuk pria-pria berumur 30 dan 40 tahun, namun mungkin normal untuk pria-pria berumur 50, 60 dan 70 tahun.

Masih ada perbaikan lain dari tes PSA yang disebut kecepatan PSA (PSA velocity) atau lereng (slope). Kecepatan dikalkulasi sebagai angka dimana PSA berubah dengan tes-tes yang diulang melalui waktu. Lebih cepat kenaikan pada PSA, lebih mungkin kehadiran suatu kanker prostat. Lebih lambat kenaikan pada PSA, lebih kecil mungkin kehadiran suatu kanker prostat.

Mendiagnosis Kanker Prostat

Kanker prostat didiagnosis dari hasil-hasil suatu biopsi kelenjar prostat. Jika pemeriksaan dubur dengan jari pada prostat atau tes darah PSA adalah abnormal, suatu kanker prostat dicurigai.

Suatu biopsi prostat biasanya kemudian direkomendasikan. Biopsi dilakukan dari rectum (trans-rectally) dan dituntun oleh ultrasound images dari area itu. Sebuah potongan kecil jaringan dikeluarkan melalui suatu jarum pemotong.

The TRUS-guided Tru-Cut biopsy sekarang ini adalah metode standar untuk mendiagnosis kanker prostat. Secara klasik suatu set dari 6 inti diambil dengan sampling pada dasar, puncak, dan tengah kelenjar pada setiap sisi kelenjar.

Lebih banyak inti-inti mungkin disampling untuk meningkatkan hasil, terutama pada kelenjar-kelenjar yang lebih besar. Seorang ahli patologi kemudian memeriksa jaringan dibawah mikroskop untuk tanda-tanda dari kanker pada sel-sel jaringan.

Ketika kanker prostat didiagnosis pada jaringan yang dibiopsi, ahli patologi akan kemudian menilai setiap dari dua potongan jaringan dari 1 sampai 5 pada skala Gleason. Skala didasarkan pada karakteristik-karakteristik mikroskopik tertentu dari sel-sel bersifat kanker dan mencerminkan sifat agresif dari tumor. Kedua skor (angka) kemudian dijumlahkan bersama.

Jumlah-jumlah dari 2 sampai 4 dipertimbangkan rendah, mengindikasikan suatu tumor yang bertumbuh pelan-pelan. Jumlah-jumlah dari 5 dan 6 adalah menengah, mewakili suatu tingkat menengah dari sifat agresif.

Jumlah-jumlah dari 7 sampai 10 dipertimbangkan tinggi, menandakan suatu tumor yang tumbuh dengan cepat dengan prognosis (hasil) yang paling jelek.

Angka-angka Gleason dapat bermanfaat dalam menuntun perawatan yang didasarkan, paling sedikit sebagian, pada sifat agresif tumor. Aplikasi utama dari angka Gleason, bagaimanapun, adalah dalam memprediksi risiko kematian dari suatu kanker prostat. Angka/kwalitas dari tumor mempengaruhi sangat kuat prognosisnya.

Angka-angka tumor yang lebih tinggi lebih sering dihubungkan dengan simpul-simpul getah bening dan penyebaran jauh (metastases). Jadi, studi-studi akhir-akhir ini telah menunjukan bahwa pria-pria dengan angka-angka Gleason dari 2 sampai 4 menghadapi suatu risiko kematian dari kanker prostat yang rendah (4 sampai 7%) melalui 15 tahun berikut, dimana pria-pria dengan angka-angka dari 8 sampai 10 menghadapi suatu risiko kematian dari kanker prostat yang tinggi melalui periode waktu 15 tahun.

Penstadiuman Kanker Prostat

Penstadiuman dari suatu kanker merujuk pada penentuan perluasan dari penyakit. Sekali suatu kanker prostat didiagnosis pada suatu biopsi, tes-tes tambahan dilakukan untuk menilai apakah kanker telah menyebar melewati kelenjar.

Untuk penilaian ini, biopsi-biopsi dari organ-organ sekeliling, seperti dubur (rectum) atau kandung kemih, atau simpul-simpul getah bening yang berdekatan mungkin dilaksanakan.

Sebagai tambahan, tes-tes imaging biasanya dilaksanakan. Contohnya, scan-scan tulang radionuclide (radionuclide bone scans) dapat menentukan jika ada penyebaran tumor ke tulang-tulang.

Apalagi, CAT scans (coaxial tomography) dan MRIs (magnetic resonance imaging) dapat menentukan jika kanker telah menyebar ke jaringan-jaringan yang berdekatan atau organ-organ seperti kandung kemih atau rectum atau ke bagian-bagian lain tubuh seperti hati atau paru-paru.

Scanning yang lebih baru menggunakan suatu metode yang disebut PET scan kadangkala dapat membantu mendeteksi lokasi-lokasi yang tersembunyi dari kanker yang telah menyebar ke berbagai area-area dari tubuh.

Singkatnya, dokter-dokter melakukan penstadiuman kanker prostat berdasarkan terutama semata pada hasil-hasil dari biopsi-biopsi prostat, kemungkinan biopsi-biopsi lainnya, dan tes-tes imaging. Pada penstadiuman suatu kanker, dokter-dokter menempatkan berbagai huruf-huruf dan angka-angka pada kanker, tergantung dari klasifikasi-klasifikasi penstadiuman mana yang mereka pakai.

Angka-angka dan huruf-huruf pada klasifikasi-klasifikasi yang berbeda menentukan volume atau jumlah dari tumor dan penyebaran dari kanker. Penstadiuman dari kanker prostat, oleh karenanya, membantu memprediksi jalannya penyakit yang diharapkan dan menentukan pilihan dari perawatan.

Dua sistim utama digunakan untuk penstadiuman kanker prostat. Pada the American urologic staging system, stadium A menggambarkan suatu kanker minimal yang baik tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik maupun dilihat pada teknik-teknik imaging.

Suatu tumor seperti ini adalah begitu kecil yang hanya dapat dideteksi dengan melihatnya dibawah sebuah mikroskop. Stadium B merujuk pada suatu kanker yang lebih besar yang dapat diraba, namun yang tetap masih dibatasi (localized) pada kelenjar prostat.

Stadium C mengindikasikan penyebaran lokal melebihi prostat kedalam jaringan-jaringan yang mengelilinginya. Stadium D1 menandakan suatu penyebaran pada simpul-simpul getah bening yang berdekatan dengannya dan D2 adalah untuk penyebaran jauh (metastasis), contohnya , ke tulang-tulang, hati, atau paru-paru.

Sistim utama lainnya untuk penstadiuman kanker prostat disebut klasifikasi tumor, simpul-simpul (nodes), dan metastasis (TNM). Pada sistim ini, T1 dan T2 adalah sama dengan stadium A dan B pada the American urologic system.

T3 menggambarkan kanker yang dapat meluas melewati kapsul dari prostat, dan T4 menggambarkan kanker yang menetap pada jaringan-jaringan sekelilingnya. N1 adalah sama dengan Stadium D1 dan M1 adalah sama dengan D2.

Pilihan-Pilihan Perawatan untuk Kanker Prostat

Memutuskan pada perawatan dapat menakutkan, sebagian karena pilihan-pilihan untuk perawatan sekarang ini adalah jauh lebih baik dari pada sepuluh tahun yang lalu, namun juga karena tidak cukup tersedia data yang dapat dipercaya yang keputusan-keputusan didasarkan padanya.

Karena itu, studi-studi jangka panjang yang dikontrol secara ilmiah masih tetap diperlukan untuk membandingkan manfaat-manfaat dan risiko-risiko dari berbagai perawatan-perawatan.

Untuk membuat keputusan pada perawatan untuk seorang pasien secara individu, dokter-dokter menggolongkan kanker-kanker prostat sebagai terbatas pada organ (terbatas pada kelenjar), berlanjut secara lokal (suatu tumor prostat yang besar atau satu yang menyebar hanya secara lokal), atau metastatic (menyebar jauh atau melebar).

Pilihan-pilihan perawatan untuk kanker prostat yang terbatas pada organ atau kanker prostat yang telah berlanjut secara lokal biasanya termasuk operasi, terapi radiasi, terapi hormon, cryotherapy, kombinasi-kombinasi dari perawatan-perawatan ini, dan penantian yang dijaga.

Suatu penyembuhan untuk kanker prostat yang menyebar (metastatic prostate cancer) adalah, sayangnya, tidak dapat dicapai pada saat ini. Perawatan-perawatan untuk kaner prostat yang menyebar, yang termasuk terapi hormon dan kemoterapi, oleh karenanya, dipertimbangkan sebagai yang meringankan (tidak menyembuhkan).

Secara definisi, tujuan-tujuan dari perawatan yang meringankan adalah, paling bagus, memperlambat pertumbuhan tumor dan meringankan gejala-gejala pasien.

Perbedaan-Perbedaan antara Perawatan dengan Hormon dan Kemoterapi

Terapi hormon adalah aliran utama dari perawatan untuk kanker prostat yang merupakan gejala-gejala yang telah berlanjut. Pasien-pasien tanpa gejala-gejala, namun dengan penyakit yang telah lanjut, tidak tampak mempunyai kelangsungan hidup yang bertamba baik dengan perawatan ketika dibandingkan dengan pasien-pasien yang tidak dirawat.

Oleh karenanya, perawatan pasien-pasien dengan penyakit yang lanjut tanpa gejala (asymptomatic) adalah tidak penting. Perawatan-perawatan terapi hormon yang tersedia adalah:

1. Orchiectomy adalah operasi pengangkatan buah pelir (testicles)

2. Luteinizing hormone-releasing hormone agonists, selain itu dikenal sebagai Lupron dan Zoladex, dan antiandrogens, secara khusus suatu obat yang disebut Casodex, setiapnya menghasilkan pembebasan gejala pada sekitar 80% dari pasien-pasien. Perbaikan seringkali dramatis.

3. Zat-zat lain yang bermanfaat termasuk yang berikut: progrestins seperti megastrol acetate diberikan setiap hari secara oral dan obat-obat lain yang menghalangi produksi androgen seperti aminoglutethimide atau ketoconazole.

Zat-zat ini adalah efektif namun sulit ditoleransi. Corticosteroids seringkali diberikan secara simultan. Berlawanan dengan terapi hormon, kemoterapi menyediakan pembebasan hanya 20-25% pada pasien-pasien kanker prostat dengan gejala . Berbagai cara (regimens) digunakan.

Estramustine, cisplatin, 5-FU, vinorelbine, dan mitoxantrone adalah zat-zat yang paling populer. Bagaimanapun, akhir-akhir ini Taxol telah menjadi pilihan obat yang digunakan oleh oncologists dalam merawat kanker prostat yang hormone-resistant.

Kapan menggunakan terapi hormon dan kemoterapi tergantung dari sifat kanker prostatnya sendiri. Jika kanker prostatnya peka terhadap hormon (hormone-sensitive), maka terapi hormon adalah pilihan terapi.

Ketika kanker menjadi hormone resistant (contohnya, manipulasi dari tingkat-tingkat hormon tidak mempunyai efek pada kanker prostat), maka terapi yang berpotensi satu-satunya yang tersedia untuk pasien adalah kemoterapi. Kemoterapi, kemudian, digunakan secara umum ketika kanker prostat yang telah berlanjut menjadi hormone-resistant.

Sayangnya, kemoterapi datang setelah terapi hormon tidak efektif lagi karena kanker sendiri seringkali berkembang menjadi lebih agresif sehingga prognosis memburuk secara signifikan.

Ketika kanker prostat pasien berjalan dari peka terhadap hormon menjadi hormone-resistant, prognosis telah berubah secara signifikan ke perburukan dan pilihan kemoterapi pada waktu khusus ini biasanya adalah pilihan perawatan satu-satunya yang tersedia.

Faktor-faktor lain yang dipertimbangkan dalam pemilihan perawatan termasuk umur, kesehatan umum, dan pilihan dari individu dan angka-angka Gleason dan stadium kanker. Hasil-hasil tes PSA kadangkala juga dapat membantu membuat keputusan perawatan.

Contohnya, suatu peningkatan garis batas dari PSA (4-10), jika ditunjukkan disebabkan oleh suatu kanker prostat, menyarankan bahwa kanker dibatasi pada kelenjar.

Jika tes-tes lain juga menunjuk pada suatu tumor yang dibatasi pada organ, operasi atau kemungkinan radiasi dapat dipertimbangkan mencoba suatu penyembuhan. Berlawanan dengannya, suatu PSA yang sangat tinggi (contohnya lebih dari 30 atau 40) meningkatkan kemungkinan dari penyebaran (metastases).

Jika metastases kemudian dikonfirmasikan oleh tes-tes lainnya, pilihan-pilihan perawatan akan terbatas pada terapi dengan hormon atau kemoterapi (chemotherapy).
Tes-tes PSA juga harus dilakukan secara periodik untuk membantu menilai hasil-hasil perawatan.

Contohnya, suatu peningkatan PSA menyarankan pertumbuhan atau penyebaran dari kanker, walaupun dirawat. Berbeda dengannya, suatu pengurangan PSA mengindikasikan perbaikan. Sebagai suatu fakta, suatu angka nol dari PSA setelah perawatan mungkin mengindikasikan kontrol sepenuhnya atau penyembuhan dari kanker.

sumber :"http://totalkesehatananda.com

3 Komponen Penting Tahitian Noni Juice dalam Penyembuhan Kanker Prostat

Alizarin : Pemutus hubungan pembuluh darah & Nutrisi Sel Kanker/Tumor sehingga Jaringan kanker akan kering/luruh dan mati
Damnacanthal : Anti Kanker dan Anti Biotik alami menjaga organ tubuh yg belum terserang kanker utk menolak kanker (Melokalisir kanker untuk tidak merambat ke bag oragan lain)
Proxeronine : Meregenerasi Sel yang rusak pada organ yang hancur karena kanker sehingga pulih kembali

Dosis penggunaan Tahitian Noni Juice untuk Terapi Kanker Prostat

Dalam riset Dr.Neil Solomon juga menemukan “RESEP NONI” yang telah digunakan oleh para pasien penderita kanker untuk meningkatkan energi tubuh mereka secara maksimal. Resep ini datang dari rekan sejawat dari profesional media, Orlando Pile, M.D. Resepnya sebagai berikut:

Tahap 1: 1 Liter Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari pertama
Tahap 2: ½ Liter Tahitian Noni Juice perhari selama 4 hari berikutnya
Tahap 3 : 240 cc Tahitian Noni Juice sehari selama 30 hari berikutnya atau
Tahap 4: 105 cc untuk selanjutnya.

Tahitian Noni Juice menjadi “ The Top Ten Cancer Treatment” yang direkomendasikan Asosiasi Kanker Amerika Serikat.


Baca Selengkapnya......

Tekanan Darah Tinggi atau Hypertensi



Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi.

Tekanan darah yang selalu tinggi adalah salah satu faktor risiko untuk stroke, serangan jantung, gagal jantung dan aneurisma arterial, dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis.

Pada pemeriksaan tekanan darah
akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg didefinisikan sebagai "normal".

Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik. Hipertensi biasanya terjadi pada tekanan darah 140/90 mmHg atau ke atas, diukur di kedua lengan tiga kali dalam jangka beberapa minggu.

Klasifikasi



Pada hipertensi sistolik terisolasi, tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut.

Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.

Dalam pasien dengan diabetes mellitus atau penyakit ginjal, penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah di atas 130/80 mmHg harus dianggap sebagai faktor risiko dan sebaiknya diberikan perawatan. da n segala bentu ongol ongol

Pengaturan tekanan darah
Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:

• Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya

• Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan.

Inilah yang terjadi pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis. Dengan cara yang sama, tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi "vasokonstriksi", yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.

• Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.

Sebaliknya, jika:
• Aktivitas memompa jantung berkurang
• Arteri mengalami pelebaran
• Banyak cairan keluar dari sirkulasi

Maka tekanan darah akan menurun atau menjadi lebih kecil.

Penyesuaian terhadap faktor-faktor tersebut dilaksanakan oleh perubahan di dalam fungsi ginjal dan sistem saraf otonom (bagian dari sistem saraf yang mengatur berbagai fungsi tubuh secara otomatis).

Perubahan fungsi ginjal
Ginjal mengendalikan tekanan darah melalui beberapa cara:

• Jika tekanan darah meningkat, ginjal akan menambah pengeluaran garam dan air, yang akan menyebabkan berkurangnya volume darah dan mengembalikan tekanan darah ke normal.
• Jika tekanan darah menurun, ginjal akan mengurangi pembuangan garam dan air, sehingga volume darah bertambah dan tekanan darah kembali ke normal.
• Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkan enzim yang disebut renin, yang memicu pembentukan hormon angiotensi, yang selanjutnya akan memicu pelepasan hormon aldosteron.

Ginjal merupakan organ penting dalam mengendalikan tekanan darah; karena itu berbagai penyakit dan kelainan pda ginjal bisa menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi.

Misalnya penyempitan arteri yang menuju ke salah satu ginjal (stenosis arteri renalis) bisa menyebabkan hipertensi.
Peradangan dan cedera pada salah satu atau kedua ginjal juga bisa menyebabkan naiknya tekanan darah.

Sistem saraf otonom
Sistem saraf simpatis merupakan bagian dari sistem saraf otonom, yang untuk sementara waktu akan:

• Meningkatkan tekanan darah selama respon fight-or-flight (reaksi fisik tubuh terhadap ancaman dari luar)
• Meningkatkan kecepatan dan kekuatan denyut jantung; juga mempersempit sebagian besar arteriola, tetapi memperlebar arteriola di daerah tertentu (misalnya otot rangka, yang memerlukan pasokan darah yang lebih banyak)
• Mengurangi pembuangan air dan garam oleh ginjal, sehingga akan meningkatkan volume darah dalam tubuh
• Melepaskan hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin), yang merangsang jantung dan pembuluh darah.

Gejala
Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak).

Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.

Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:
• Sakit kepala
• Kelelahan
• Mual
• Muntah
• Sesak nafas
• Gelisah
• Pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.
Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.

Penyebab hipertensi

Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 jenis :
1. Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang tidak / belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh hipertensi).
2. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan/ sebagai akibat dari adanya penyakit lain.

Hipertensi primer kemungkinan memiliki banyak penyebab; beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah.

Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder. Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).

Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).

Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan. Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.

Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder:

Penyakit Ginjal
• Stenosis arteri renalis
• Pielonefritis
• Glomerulonefritis
• Tumor-tumor ginjal
• Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan)
• Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)
• Terapi penyinaran yang mengenai ginjal
Kelainan Hormonal
• Hiperaldosteronisme
• Sindroma Cushing
• Feokromositoma
Obat-obatan
• Pil KB
• Kortikosteroid
• Siklosporin
• Eritropoietin
• Kokain
• Penyalahgunaan alkohol
• Kayu manis (dalam jumlah sangat besar)
Penyebab Lainnya
• Koartasio aorta
• Preeklamsi pada kehamilan
• Porfiria intermiten akut
• Keracunan timbal akut.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/

Tahitian Noni Juice mengandung zat yang disebut PROXERONINE yang merupakan bahan baku dari alkaloid XERONINE. PROXERONINE dalam Tahitian Noni Juice diserap oleh tubuh dan diolah menjadi XERONINE dengan menggunakan enzim PROXERONINASE dan SEROTONIN yang ada di dalam tubuh.

XERONINE merupakan alkaloid hidup yang akan diserap oleh sel-sel tubuh. XERONINE mengaktifkan kembali sel-sel yang mati sehingga proses respirasi dari sel kembali berjalan, nutrisi yang kita konsumsi akan diserap sempurna dan kotoran dari sel akan dikeluarkan dari tubuh sehingga sel-sel yang sakit akan disehatkan.

Tahitian Noni Juice akan menyeimbangkan atau menormalkan kembali fungsi tubuh.

XERONINE [sangat dibutuhkan tubuh] =

SEROTONIN [sudah ada di dalam tubuh] + PROXERONASE [sudah ada di dalam tubuh] + PROXERONINE [dalam Tahitian Noni Juice]

[Patent No 4,543,212 held by Dr Ralph Heinicke]

Mengarah pada hasil penelitian Dr. Ralph Heinicke, Xeronine membantu untuk memperbesar pori-pori dinding sel tubuh manusia yang memungkinkan nutrisi dapat masuk kedalam tubuh dengan lebih baik, mengeluarkan racun dalam sel, membantu regenerasi sel lebih cepat dan lebih baik.

Membaiknya kondisi sel tubuh secara keseluruhan memperbaiki kondisi organ tubuh & fungsi kekebalan/ perlawanan terhadap penyakit.

Maka dari itu sering ditemukan penanganan menggunakan Tahitian Noni Juice menyebabkan berhentinya ketergantungan terhadap obat (kimia).

Obat-obatan secara medis juga dapat 'bekerja sama' dengan Tahitian Noni Juice dalam menangani penyakit. Dalam hal ini, Tahitian Noni Juice memperbaiki sel, mempersiapkan sel-sel yang sehat untuk menyerap nutrisi. Karena obat sebaik apapun tanpa sel yang sehat, maka takkan terserap, dan sia-sia.

Tahitian Noni Juice tidak menyebabkan ketergantungan walau dikonsumsi dalam jangka panjang. Karena fungsinya hanya memperbaiki sel. Setelah dirasa cukup sehat, maka konsumsi dapat dikurangi atau seperlunya saja.

Takaran penggunaan Tahitian Noni Juice untuk Hypertensi adalah 30ml / 1 sloki x 3 sehari
.

Baca Selengkapnya......