Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

banner kanker diabet jantung autisme terapy tnj sejuta tnj solusi tnj solusi maria
Photobucket
Kesaksian Syakir STROKE bahkan 1/3 otaknya hilang Kesaksian AGIAN Tahitian Noni vs PENYAKIT JANTUNG dan HYPERTENSI GAGAL Ginjal dengan Tahitian Noni TNJ dan AUTISMEe STROKE Apa itu DETOKSOFIKASI ? Pre Menstrual Sindrome (PMS) Healing crisis Gastritis Shizophrenia
Tampilkan postingan dengan label apakah lupus itu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label apakah lupus itu. Tampilkan semua postingan

Sembuh dari Psoriasis



Pada masyarakat umum nama Psoriasis akan terdengar awam di telinga. Sejenis apakah itu? Tapi bagi mereka yang mengetahui hal ini pasti tidak ingin didekati oleh Psoriasis.

Psoriasis adalah penyakit gangguan auto imun – menyerang imunitas tubuh – tapi hanya pada kulit. Walau jenisnya tidak terlalu berbahaya seperti Lupus. Namun Psoriasis ini juga mampu menyebabkan kanker kulit jika dibiarkan berkembang.


Ratri Zulkarnaen adalah salah satu penderita Psoriasis. Mulanya pada bulan Agustus 1996 silam, Ratri mengalami rasa gatal di siku lengannya. Warnanya pun memerah, namun jika digaruk menimbulkan bekas luka.

Ratri berpikir bahwa itu merupakan rasa gatal biasa. Tak berselang lama, gatal dan merah tersebut menjalar ke bagian tubuh lainnya. “Parahnya kulit yang sudah memerah tersebut mudah terkelupas, dan sangat sensitif sehingga mudah berdarah,” ujar Ratri.

Langkah medis segera diambil Ratri. Karena wilayah penyebarannya sudah mencapai kepala. “Saya sangat malu dalam pergaulan. Bahkan untuk melakukan hobi renang saja saya sampai tidak berani.” Pihak dokter yang menangani Ratri, hanya bisa memberikan salep, yang hasilnya hanya untuk menjaga agar penyebarannya tidak lebih parah.

“Saya pernah membaca sebuah artikel di koran nasional, bahwa Psoriasis ini belum ada obatnya. Penyakit ini bisa membahayakan dan beresiko menyebabkan komplikasi seperti : kardiovaskuler, diabetes, kanker, obesitas dan lain-lain,” ungkap Ratri yang menceritakan bahwa penyebab terjadinya Psoriasis adalah stress.

Solusi medis hingga non-medis dijalani. Akupuntur pun dilakukan Ratri. Hasilnya tak jua berbuah positif. Sudah lebih dari 13 tahun Ratri memerangi Psoriasis. Bahkan tingkat kespasrahkan telah ia genggam kuat. Sampai pada Februari 2009 silam Ratri diperkenalkan Tahitian Noni Juice (TNJ). “Awalnya sih terpaksa karena yang menawari teman, ya saya beli aja, yah tidak ada salahnya dicoba. Saya rutin mengonsumsi noni dengan dosis 2x30ml hingga 4x30ml.

Alhamdulillah hasilnya menakjubkan.” Ratri tidak lagi mengalami gatal-gatal, jika kulitnya mulai memerah dan gatal, Ratri langsung mengoleskan Tahitian Noni Juice pada daerah yang diserang Psoriasis tersebut.

“Alhamdulillah kesabaran saya dalam menghadapi cobaan Allah SWT, berlabuh di Tahitian Noni Juice. Tahitian Noni Juice memberi solusi secara global, tidak hanyak membantu mengatasi masalah kesehatan, tapi membantu saya dan suami dalam program pelangsingan tubuh.

Dan yang terpenting, saya tidak malu untuk bersosialisasi, serta melakukan hobi renang saya. Terima kasih Tahitian Noni Juice.”
Baca Selengkapnya......

Lupus


Imunitas Berhasil Dikembalikan

Ruthia Pasaribu
Darah manis bernama Ruthia Pasaribu, kini merasa plong dalam menjalani hidup ini. Bahkan jika harus beraktifitas selama 24 jam pun ia tidak akan keberatan, karena imunitas tubuhnya sudah kembali normal. Ia merasa lebih kuat dari sebelumnya.
Juli 2006 menjadi awal penderitaan Ruth, terhadap penyakit lupus yang dideritanya. Mulanya tubuh Ruth timbul lebam. Lama kelamaan lebam tersebut semakin banyak dan terasa sakit. Anehnya lagi, Ruth merasa tubuhnya semakin melemah. Padahal ia sudah memenuhi kebutuhan gizi, nutrisi dan lainnya untuk tubuh. “Jika saya beraktifitas selama 4 jam, saya harus menggantikan energi saya dengan tidur selama 3 hari,” ceita Ruth.

Medis mendiagnosa ini sebagai gejala lupus, penyakit yang menyerang imunitas tubuh. Satu-satunya penakluk adalah steroid. Benar saja, dalam waktu 3 minggu , steroid mengembalikan vitalitas Ruth. Sayangnya steroid berimbas kepada kerapuhan pada tulang pada jangka waktu lama. “Obat itu adalah mesin pembunuh jangka panjang,” katanya. Tak ingin memperparah kondisi dengan meminum steroid, Ruth memilih berbaring di rumah. Ia lalu mengalami defresi berat dengan kondisi tubuhnya. Derita Ruth membuat sang mama merasa miris akan kondisinya. Sampai akhirnya doa untuk kesembuhan putrinya terkabul dengan diperkenalkannya Ruth dengan TNJ.
Awalnya Ruth tidak mau karena haerganya mahal dan ia pesimistis dengan hasilnya. Tapi melihat kondisi mamanya yang bisa sembuh dari penyakit ginjal dan jantung, Ruth mencoba meminumnya. Benar saja, dalam sebulan imunitas Ruth kembali seperti semula. Ia sudah bisa kembali beraktifitas. “Tuhan mengabulkan doa saya dengan kesembuhan dan berkat kesembuhan itu saya merayakan natal tahun ini bersama keluarga. Terimakasih TNJ.”

Sumber: Testimony 2009 "mereka berkata" TNI Indonesia
Baca Selengkapnya......

Penyakit Auto Immune (Lupus)


Rutnawati Sagala

Nyaris Direnggut Lupus
Untuk menghadapi segala tantangan dalam aktifitas pekerjaan sehari-hari Rutnawati Sagala, tak perlu lagi cemas jika staminanya mengendur.

Karena, semuanya telah ia percayakan kepada Tahitian Noni Juice yang selama 6 bulan setia menjaga vitalitas tubuhnya.

Namun, tak hanya stamina serta vitalitas tubuh Rutnawati saja yang dirawat oleh TNJ, penyakit lupus (virus yang menyerang imunitas tubuh) yang baru terdiagnosa pada Maret 2008 lalu, mampu dijinakkan oleh TNJ.
Anak keempat dari tujuh bersaudara ini, mulai merasakan keanehan pada tubuhnya sepuluh tahun yang silam. Pada tubuhnya, muncul ruam-ruam merah yang cukup mengganggu. ”awalnya di wajah, kemudian menjalar ke seluruh tubuh dan kepala. Namun medis belum bisa mendiagnosa, dokter hanya curiga bahwa ini hanya penyakit kulit,” jelas Rutnawati.

Pada tahun 2003, gejala yang ditonjolkan lupus ini semakin mengerikan, ruam muncul semakin banyak dan kulit diseluruh tubuh melepuh.” sampai-sampai semua (maaf) bulu yang ada di tubuh rontok,” cerita Rutnawati. Namun tetap saja meids belum mendeteksi apa yang menyebabkan Rutnawati mengalami hal seperti tu.

Hingga suatu hari, seorang dokter di RS Advent, Bandung, curiga dengan gejala yang dialami oleh Rutnawati. Semakin hari kondisi Rutnawati semakin parah dan ia bahkan telah divonis akan meninggal. Setelah menjalani serangkaian tes, akhirnya diketahui bahwa ia mengidap lupus.

”Puji Tuhan, yang mengijikan saya hidup, berkat TNJ yang ditelusuri adik ipar saya melalui internet saya mencoba mengkonsumsinya. Dan hasilnya, saya masih berada di sini dan menceritakan semua pengalaman hidup saya yang cukup mengerikan,” terang Rutnawati.
Rutnawati menambahkan bahwa, tidak sesuatu hal yang tidak mungkin di dunia ini. Dan Rutnawati yakin bahwa Tahitian Noni Juice memang diciptakan Tuhan untuk membantu orang-orang yang seperti saya.
Baca Selengkapnya......

Apakah Lupus itu ?



Penyakit Lupus adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.

Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai
kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.

Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES atau Lupus. Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah:
1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan
Dr. Rahmat Gunadi dari Fak. Kedokteran Unpad/RSHS menjelaskan, penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.
“Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100.000 penduduk, bersifat genetik, dapat diturunkan. Wanita lebih sering 6-10 kali daripada pria, terutama pada usia 15-40 tahun. Bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan kulit putih. Dan tentu saja, keluarga Odapus. Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres,” ujarnya.
Penyakit ini justru kebanyakaan diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun sekalipun ada juga pria yang mengalaminya. Oleh karena itu dianggap diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.

Pada kehamilan dari perempuan yang menderita lupus, sering diduga berkaitan dengan kehamilan yang menyebabkan abortus, gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal saat lahir. Tetapi hal yang berkebalikan juga mungkin atau bahkan memperburuk gejala LUPUS. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu hamil atau setelah melahirkan.

Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang penyakit dan menjaga tetap sehat. Namun, dalam penyakit ini kekebalan tubuh justru menyerang organ tubuh yang sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi yang berlebih. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut autoimunitas . Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu :
• Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.
• Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ tubuh akan terganggu.
Kesembuhan total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus pada pengobatan yang sifatnya sementara. Lebih difokuskan untuk mencegah meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.

Source : http://doktersehat.com/2007/09/24/lupus-apa-itu-penyakit-lupus/

Penanganan Penyakit Lupus dengan Tahitian Noni Juice.
Dalam penanganan Penyakit Lupus dengan Tahitian Noni Juice ditemukan beberapa testimoni sembuh dengan takaran minum :
40ml/ 4 sendok makan x 4 dalam sehari atau bisa lebih.
1. Bangun tidur [perut kosong]
2. Jam 11.00 [perut kosong]
3. Jam 16.00 [perut kosong]
4. Akan tidur [perut kosong]
Jika Penyakit Lupus sudah parah [terutama jika sudah ada masalah dengan ginjal], coba diawali dengan 1 sendok makan 4x sehari [tiap 6 jam]. Kemudian takaran ditingkatkan seiring dengan kondisi kebugaran pasien.
Baca Selengkapnya......