Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

banner kanker diabet jantung autisme terapy tnj sejuta tnj solusi tnj solusi maria
Photobucket
Kesaksian Syakir STROKE bahkan 1/3 otaknya hilang Kesaksian AGIAN Tahitian Noni vs PENYAKIT JANTUNG dan HYPERTENSI GAGAL Ginjal dengan Tahitian Noni TNJ dan AUTISMEe STROKE Apa itu DETOKSOFIKASI ? Pre Menstrual Sindrome (PMS) Healing crisis Gastritis Shizophrenia
Tampilkan postingan dengan label stroke lumpuh sebelah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stroke lumpuh sebelah. Tampilkan semua postingan

Setiap 6 Detik Nyawa Melayang Karena Stroke


Catatan Kecil Hari Stroke Sedunia 2010
Rizaldy Pinzon - detikHealth

Dunia memperingati hari stroke sedunia setiap 29 Oktober 2010. World Stroke Organization menyambut hari stroke sedunia tahun 2010 dengan tema 'One in Six: Act Now!'. Hari stroke sedunia diperingati pada tanggal 29 Oktober setiap tahunnya dengan sebuah pesan 'stroke dapat dicegah, dan stroke dapat diobati'.

Stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan kanker, dan merupakan penyebab kecacatan nomor satu bagi orang yang selamat dari serangan stroke.

Data menunjukkan bahwa lebih dari 60% penderita stroke di dunia hidup di negara berkembang. Peningkatan kejadian stroke di beberapa negara Asia (China, India, dan Indonesia) ditengarai akibat pengaruh perubahan pola hidup, polusi, dan perubahan pola konsumsi makanan.

Stroke merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi mendadak akibat gangguan peredaran darah otak. Stroke ada 2 macam, yaitu stroke sumbatan dan stroke perdarahan. Angka kejadian stroke sumbatan lebih tinggi daripada stroke perdarahan (70% vs 30%).

Angka kejadian stroke meningkat akibat peningkatan faktor risiko stroke misalnya hipertensi, merokok, kadar kolesterol darah yang tinggi, dan diabetes.

Stroke di Indonesia

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2008) memperlihatkan bahwa stroke merupakan penyebab kematian nomor satu pada pasien yang dirawat di Rumah Sakit. Banyaknya kasus hipertensi, diabetes, kadar kolesterol darah yang tinggi, dan merokok meningkat di Indonesia. Industrialisasi dan polusi meningkatkan pula risiko stroke.

Penelitian menunjukkan bahwa kejadian stroke meningkat seiring dengan pencemaran udara. Kejadian peningkatan stroke dihubungkan pula dengan peningkatan stres emosional dan perubahan pola konsumsi makanan.

Permasalahan yang muncul pada pelayanan stroke di Indonesia adalah:
1. Rendahnya kesadaran akan faktor risiko stroke
2. Kurang dikenalinya gejala stroke
3. Belum optimalnya pelayanan stroke
4. Ketaatan terhadap program terapi untuk pencegahan stroke ulang yang rendah.

Keempat hal tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kejadian stroke baru dan tingginya angka kematian akibat stroke di Indonesia serta tingginya kejadian stroke ulang.

Westernisasi dan stroke

Berbagai penelitian dan kajian memperlihatkan bahwa penyebab tingginya kejadian stroke di negara berkembang adalah karena perubahan pola hidup dan pola konsumsi makanan (Kaste dan Norving, 2010).

Kemajuan industri dan peningkatan status ekonomi di berbagai negara berkembang dihubungkan dengan perubahan gaya hidup perkotaan. Konsumsi makanan cepat saji dan inaktivitas fisik meningkat. Makanan cepat saji dihubungkan dengan kandungan natrium dan lemak jenuh yang tinggi.

Hal tersebut berhubungan dengan peningkatan kejadian hipertensi, peningkatan kolesterol, kegemukan sentral, dan pengerasan dinding pembuluh darah (atherosklerotik) (Kilkeny, 2010).

Faktor risiko stroke seringkali tidak bergejala. Pasien datang berobat pada saat sudah muncul gejala akibat kerusakan organ. Hal inilah yang menyebabkan hipertensi dan dislipidemia (kadar kolesterol darah yang tinggi) dikenal sebagai 'the silent killer'.

Gejala muncul ketika kerusakan organ target sudah sedemikian parahnya. Kampanye untuk terus menerus mewaspadai peningkatan tekanan darah harus dilakukan. Pengukuran tekanan darah secara massal sangat dianjurkan. Apabila tekanan darah seseorang ada diatas angka 140/90 mmHg dalam 2 kali pengukuran, maka kondisi tersebut sesuai dengan kriteria hipertensi.

Perubahan pola hidup harus segera dilakukan dengan mengurangi konsumsi garam, berolahraga, menurunkan berat badan berlebih, dan berhenti merokok. Sifat dari hipertensi dan dislipidemia yang tidak menimbulkan gejala berkontribusi besar terhadap rendahnya angka kepedulian dan keteraturan berobat pasien. Hanya kurang dari 30% pasien hipertensi yang berobat secara teratur dan terkendali tekanan darahnya (Angeli, 2010).

Pelayanan stroke di Indonesia

Pengobatan stroke adalah berpacu dengan waktu. Kerusakan otak akan bersifat permanen bila pengurangan pasokan darah ke otak berlangsung lebih dari 3 jam. Permasalahan yang muncul adalah keterlambatan pasien datang berobat ke RS.

Penelitian yang kami lakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa hanya kurang dari 10% pasien yang datang berobat dalam 3 jam pasca serangan stroke. Sebagain besar pasien datang berobat setelah 6 jam onset serangan stroke, bahkan ada 20% kasus yang datang berobat setelah 24 jam onset stroke.

Alasan yang paling sering muncul adalah kurang dikenalinya gejala stroke. Stroke harus dicurigai pada semua kasus gangguan fungsi saraf misalnya kelumpuhan anggota badan, gangguan bicara, wajah perot, penurunan kesadaran yang terjadi secara mendadak.

Pengobatan stroke yang optimal dimulai dengan memastikan diagnosis dan jenis patologi stroke. Penunjang diagnosis patologi stroke (untuk membedakan stroke akibat sumbatan pembuluh darah atau perdarahan otak) minimal adalah CT Scan kepala.

Pada kasus-kasus tertentu diperlukan MRI/Magnetic Resonance Imaging untuk membedakan kasus dengan stroke sumbatan yang reversible dan ireversibel. Ketersediaan alat CT Scan kepala dan MRI di RS di Indonesia masih sangat terbatas. Tidak banyak RS yang memiliki fasilitas CT Scan kepala yang siap melayani 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Pada banyak kasus, pasien terlambat menjalani tindakan diagnosis yang memadai.

Pelayanan stroke komperehensif terbukti menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat stroke (Hachinski dan Donnan, 2010). Seorang pasien stroke seyogyanya dirawat di sebuah ruang perawatan stroke yang multi disiplin dan terpadu.

Ruang perawatan stroke terpadu tersebut dikenal dengan nama unit stroke. Unit stroke seharusnya dipimpin dokter spesialis saraf dengan tim perawat mahir stroke, farmasis, ahli gizi, dan tim rehabilitasi yang handal Permasalahan yang muncul adalah tidak semua RS di Indonesia memiliki fasilitas pelayanan stroke terpadu dengan tenaga yang terlatih.

Seorang pasien yang selamat dari serangan stroke (stroke survivors) harus menjalani pemeriksaan secara berkala untuk menentukan risiko serangan stroke ulang.

Serangan stroke ulang masih sangat mungkin terjadi dalam kurun waktu 6 bulan pasca serangan stroke yang pertama. Ketaatan pasien untuk berobat rutin dan mempertahankan pola hidup sehat sangat diperlukan.

Berbagai penelitian menunjukkan pula rendahnya ketaatan pasien untuk kontrol rutin pasca serangan stroke yang pertama. Hal ini akan meningkatkan risiko serangan stroke ulang yang fatal.

Menunggu langkah nyata

Tema hari stroke sedunia tahun 2010 adalah 'one in six, act now'. Satu diantara 6 orang di dunia akan terkena stroke sepanjang hidupnya, dan ini dapat menimpa kita dan orang-orang yang kita sayangi.

Bilangan '1 diantara 6' menggambarkan permasalahan kesehatan masyarakat yang sangat besar. Hal tersebut harus disikapi secara serius untuk menurunkan angka kejadian dan kematian akibat stroke.

Langkah nyata dari semua pihak yang peduli terhadap stroke sangatlah diharapkan. Petugas kesehatan harus bertindak lebih aktif untuk mengampanyekan bahaya stroke dan mencegah serangan stroke. Masyarakat luas perlu mendapat pengetahuan yang memadai tentang bahaya faktor risiko stroke (misalnya: hipertensi, kadar kolesterol darah yang tinggi, merokok, dan diabetes).

Petugas kesehatan perlu pula melakukan advokasi bagi para pengambil kebijakan kesehatan untuk lebih memperhatikan langkah-langkah preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif untuk stroke. Pada akhirnya peran serta aktif seluruh kelompk masyarakat sangatlah diharapkan. Hari stoke sedunia seyogyanyalah membawa semangat setiap hari untuk terus berkata 'stroke dapat dicegah dan stroke dapat diobati.

Rizaldy Pinzon, dr, MKes, SpS
Laksmi Asanti, dr, SpS(K)
Stroke Center RS Bethesda Yogyakarta
www.strokebethesda.com

Untuk Stroke ,penanganan terapy dengan Tahitian Noni Juice sesuai dengan yang dianjurkan oleh DR. dr. Amarullah H. Siregar, DiHom, DBMed., MA, MSc., PhD.
yaitu : minimal 3 x 60 ml sehari (setengah jam sebelum makan, pada bangun tidur,siang dan menjelang tidur) Efektif pada perur koong.

Baca Selengkapnya......

Apakah STROKE ?


Definisi Stroke

Suatu stroke, atau cerebrovascular accident (CVA), terjadi ketika penyediaan darah ke bagian dari otak terganggu, menyebabkan sel-sel otak mati. Ketika aliran darah ke otak terganggu atau terhalangi, oksigen dan glukose tidak dapat disampaikan ke otak. Aliran darah dapat dikompromikan oleh suatu keanekaragaman mekanisme-mekanisme.
Halangan/Rintangan dari suatu arteri

Penyempitan dari arteri-arteri kecil didalam otak dapat menyebabkan suatu yang disebut lacunar stroke, (lacune=ruang yang kosong). Halangan/rintangan dari suatu arteriole tunggal dapat mempengaruhi suatu area yang kecil dari otak menyebabkan jaringan itu mati (infarct).

Pengerasan dari arteri-arteri (atherosclerosis) yang menjurus ke otak. Ada empat pembuluh-pembuluh darah utama yang menyediakan otak dengan darah. Anterior circulation dari otak yang mengontrol kebanyakan motor, aktivitas, sensasi, pikiran, kemampuan bicara, dan emosi disuplai oleh arteri-arteri karotid. Posterior circulation, yang mensuplai batang otak (brainstem) dan cerebellum, yang mengontrol bagian-bagian automatik dari fungsi dan koordinasi otak, disuplai oleh arteri-arteri vertebrobasilar.

Jika arteri-arteri ini menjadi sempit sebagai suatu akibat dari atherosclerosis, plak atau kolesterol, runtuhan (puing-puing) dapat terlepas dan mengambang menghilir, menyumbat penyediaan darah ke suatu bagian dari otak. Berlawanan dengan stroke-stroke lacunar, bagian-bagian yang lebih besar dari otak dapat kehilangan suplai darah, dan ini mungkin menghasilkan lebih banyak gejala-gejala daripada suatu stroke lacunar
Embolisme ke otak dari jantung.

Pada situasi-situasi dimana bekuan-bekuan darah terbentuk didalam jantung, ada potensi untuk bekuan-bekuan kecil untuk putus tiba-tiba dan berjalan (embolize) ke arteri-arteri di otak dan menyebabkan suatu stroke.

Pecahnya suatu arteri (hemorrhage)Cerebral hemorrhage (perdarahan didalam unsur otak). Sebab yang paling umum mendapatkan perdarahan didalam otak adalah tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

Situasi-situasi lain termasuk aneurysms yang bocor atau pecah atau arteriovenous malformations (AVM) dimana ada suatu koleksi abnormal dari pembuluh-pembuluh darah yang adalah mudah pecah dan dapat berdarah.
Penyebab Suatu Stroke

Halangan/Rintangan dari suatu arteri

Halangan dari suatu arteri di otak oleh suatu bekuan/gumpalan (thrombosis) adalah penyebab yang paling umum dari suatu stroke. Bagian dari otak yang disuplai oleh pembuluh darah yang tersumbat kemudian dicabut/dirampas darah dan oksigennya.

Sebagai akibat dari pencabutan atau perampasan darah dan oksigen, sel-sel dari bagian otak itu mati. Secara khas, suatu bekuan atau gumpalan terbentuk dalam sebuah pembuluh darah kecil didalam otak yang sebelumnya telah dipersempit yang disebabkan oleh suatu keanekaragaman faktor-faktor risiko termasuk:

1.tekanan darah tinggi (hipertensi),
2.kolesterol tinggi,
3.diabetes, dan
4.merokok
5.Embolic stroke

Tipe lain dari stroke mungkin terjadi ketika bekuan darah atau suatu potong dari plak atherosclerotic (endapan-endapan dari kolesterol dan kalsium pada dinding dalam dari jantung atau arteri) putus terlepas, berjalan melalui arteri-arteri yang terbuka, dan memondok pada suatu arteri dari otak.

Ketika ini terjadi, aliran dari darah yang kaya oksigen ke otak terhalang dan suatu stroke terjadi. Tipe stroke ini dirujuk sebagai suatu embolic stroke. Contohnya, suatu bekuan darah mungkin terbentuk didalam kamar/bilik jantung sebagai suatu akibat dari irama jantung yang tidak teratur, seperti yang terjadi pada atrial fibrillation.

Biasanya, bekuan-bekuan atau gumpalan-gumpalan ini tetap melekat pada lapisan dalam dari jantung, namun adakalanya mereka dapat putus tiba-tiba, berjalan melalui aliran darah, membentuk suatu sumbatan (embolism) pada suatu arteri otak, dan menyebabkan suatu stroke. Suau embolism dapat juga berasal pada suatu arteri besar (contohnya, arteri karotid, suatu arteri utama pada leher yang mensuplai darah ke otak) dan kemudian berjalan menghilir untuk menyumbat sebuah arteri kecil didalam otak.

Cerebral hemorrhage

Suatu cerebral hemorrhage terjadi ketika sebuah pembuluh darah didalam otak pecah dan berdarah kedalam jaringan otak yang mengelilinginya. Suatu cerebral hemorrhage (perdarahan di otak) dapat menyebabkan suatu stroke dengan mencabut atau merampas darah dan oksigen pada bagian-bagian dari otak.

Darah juga adalah sangat mengiritasi pada otak dan dapat menyebabkan pembengkakan jaringan otak (cerebral edema). Edema dan akumulasi dari darah dari suatu cerebral hemorrhage meningkatkan tekanan didalam tengkorak dan menyebabkan lebih jauh kerusakan dengan menekan otak terhadap tengkorak yang bertulang.
Subarachnoid hemorrhage

Pada suatu subarachnoid hemorrhage, darah berkumpul pada ruangan dibawah selaput arachnoid yang melapisi otak. Darah berasal dari suatu pembuluh darah abnormal yang bocor atau pecah. Seringkali ini adalah dari suatu aneurysm (suatu penonjolan keluar yang abnormal dari dinding pembuluh).

Subarachnoid hemorrhages biasanya menyebabkan suatu sakit kepala yang mendadak yang berat dan leher yang kaku. Jika tidak dikenali dan dirawat, konsekwensi-konsekwensi neurologi utama, seperti koma, dan kematian otak akan terjadi.
Vasculitis

Penyebab lain yang jarang dari stroke adalah vasculitis, suatu kondisi dimana pembuluh-pembuluh darah menjadi meradang.
Sakit Kepala Migraine

Nampaknya sangat sedikit peningkatan kejadian dari stroke pada orang-orang dengan sakit kepala migraine. Mekanisme untuk migraine atau sakit-sakit kepala vascular termasuk penyempitan dari pembuluh-pembuluh darah otak.

Beberapa episode-episode sakit kepala migraine dapat bahkan meniru stroke dengan kehilangan fungsi dari satu sisi tubuh atau penglihatan atau persoalan-persoalan kemampuan berbicara. Biasanya, gejala-gejala menghilang ketika sakit kepala hilang.


Faktor-Faktor Risiko Untuk Stroke

Secara keseluruhan, faktor-faktor risiko yang paling umum untuk stroke adalah:
1.tekanan darah tinggi,
2.kolesterol tinggi,
3.merokok,
4.diabetes dan umur yang bertambah.

Gangguan-gangguan irama jantung seperti atrial fibrillation, patent foramen ovale, dan penyakit klep jantung dapat juga sebagai penyebab.
Ketika stroke-stroke terjadi pada individu-individu yang lebih muda (kurang dari 50 tahun umurnya), faktor-faktor risiko yang lebih kurang umum dipertimbangkan termasuk obat-obat terlarang, seperti cocaine atau amphetamines, aneurisme-aneurisme yang pecah, dan kecenderungan-kecenderungan pada penggumpalan atau pembekuan darah yang diturunkan atau diwariskan (secara genetik).

Suatu contoh dari suatu kecenderungan genetik pada stroke terjadi pada suatu kondisi yang jarang yang disebut homocystinuria, dimana ada tingkat-tingkat yang berlebihan dari kimia homocystine didalam tubuh. Ilmuwan-ilmuwan sedang mencoba untuk menentukan apakah kejadian yang tidak diturunkan dari tingkat-tingkat yang tinggi dari homocystine pada segala umur dapat cenderung ke stroke.

Definisi Transient Ischemic Attack (TIA)

Suatu transient ischemic attack (TIA) adalah suatu episode yang berlangsung singkat (kurang dari 24 jam) dari gangguan sementara pada otak yang disebabkan oleh suatu kehilangan suplai darah. Suatu TIA menyebabkan suatu kehilangan fungsi pada area tubuh yang dikontrol oleh bagian otak yang terpengaruh.

Kehilangan suplai darah ke otak paling sering disebabkan oleh suatu bekuan/gumpalan yang terbentuk secara spontan dalam sebuah pembuluh darah didalam otak (thrombosis). Bagaimanapun, ia dapat juga berakibat dari suatu bekuan yang terbentuk ditempat lain didalam tubuh, terlepas dari lokasi itu, dan berjalan untuk memondok dalam suatu arteri dari otak (emboli). Suatu kekejangan dan, dengan jarang, suatu perdarahan adalah penyebab-penyebab lain dari suatu TIA. Banyak orang-orang merujuk suatu TIA sebagai suatu "mini-stroke."

Beberapa TIA-TIA berkembang secara perlahan, dimana yang lain-lain berkembang secara cepat. Secara definisi, semua TIA-TIA hilang dalam 24 jam. Stroke-stroke yang memakan waktu lebih lama untuk hilang daripada TIA-TIA, dan dengan stroke-stroke, fungsi yang sepenuhnya mungkin tidak akan kembali dan mencerminkan suatu persoalan yang lebih permanen dan serius.

Walaupun kebanyakan TIA-TIA seringkali berlangsung hanya beberapa menit, semua TIA-TIA harus dievaluasi dengan urgensi yang sama seperti suatu stroke dalam suatu usaha untuk mencegah kekambuhan-kekambuhan dan atau stroke-stroke.

TIA-TIA dapat terjadi sekali, berkali-kali, atau mendahului suatu stroke permanen. Suatu serangan transient ischemic harus dipertimbangkan sebagai suatu keadaan darurat karena tidak ada garansi bahwa situasinya akan hilang dan fungsi akan kembali.

Suatu TIA dari suatu bekuan pada mata dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang sementara (amaurosis fugax), yang mana seringkali digambarkan sebagai sensasi dari suatu gorden atau tabir yang turun kebawah. Suatu TIA yang melibatkan arteri karotid (pembuluh darah yang paling besar yang mensuplai otak) dapat menghasilkan persoalan-persoalan dengan gerakan atau sensasi pada satu sisi dari tubuh, yang adalah sisi berlawanan pada halangan yang sesungguhnya.

Seoang pasien yang terpengaruh mungkin mengalami kelumpuhan tangan, kaki, dan muka, semuanya pada satu sisi. Penglihatan double, kepeningan (vertigo), dan kehilangan kemampuan berbicara, mengerti, dan keseimbangan dapat juga sebagai gejala-gejala tergantung pada bagian mana dari otak yang kekurangan suplai darah.

Dampak Dari Stroke-Stroke

Di Amerika, stroke adalah penyebab ketiga paling besar dari kematian (dibelakang penyakit jantung dan segala bentuk-bentuk dari kanker). Biaya dari stroke-stroke bukan hanya diukur dari milyaran dolar yang hilang dalam kerja, opname di rumah sakit, dan perawatan dari orang-orang yang selamat di rumah-rumah perawatan.

Harga atau dampak yang utama dari suatu stroke adalah kehilangan kemandirian yang terjadi pada 30% dari orang-orang yang selamat. Apa yang sebelumnya adalah gaya hidup yang mandiri dan menyenangkan mungkin hilang kebanyakan dari kwalitasnya setelah suatu stroke dan anggota-anggota keluarga lain akan menemukan diri mereka dalam suatu peran baru sebagai pemberi-pemberi perawatan.

Gejala-Gejala Stroke

Ketika sel-sel otak dicabut atau dirampas oksigennya, mereka berhenti melakukan tugas-tugas biasa mereka. Gejala-gejala yang mengikuti suatu stroke tergantung pada area otak yang telah dipengaruhi dan jumlah kerusakan jaringan otak.

Stroke-stroke kecil mungkin tidak menyebabkan gejala-gejala apa saja, namun tetap dapat merusak jaringan otak. Stroke-stroke ini yang tidak menyebabkan gejala-gejala dirujuk sebagai silent strokes. Menurut the U.S. National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), ini adalah lima tanda-tanda utama dari stroke:

1.Kematian rasa (kekebasan) atau kelemahan-kelemahan yang mendadak dari muka, tangan atau kaki, terutama pada satu sisi dari tubuh. Kehilangan dari gerakan sukarela (voluntary movement) dan/atau sensasi mungkin adalah sepenuhnya atau sebagian. Mungkin juga ada suatu sensasi kegelian (kesemutan) yang berkaitan pada area yang terpengaruh.
2.Kebingungan atau kesulitan berbicara atau mengerti yang mendadak. Adakalanya kelemahan pada otot-otot muka dapat menyebabkan pengeluaran air liur.
3.Kesulitan melihat yang mendadak pada satu atau kedua mata
4.Kesulitan berjalan, kepeningan, kehilangan keseimbangan atau koordinasi yang mendadak
5.Sakit kepala yang parah yang mendadak dengan penyebab yang tidak diketahui

Yang Dilakukan Jika Anda Curiga Anda Atau Seseorang Sedang Mendapat Stroke

Jika apa saja dari gejala-gejala yang disebutkan diatas tiba-tiba timbul, perhatian medis keadaan darurat harus segera dicari. Oleh karenanya, aksi pertama harus adalah memanggil 911 (atau nomor apa saja yang mengaktifkan respon medis keadaan darurat di area anda).

Dokter keluarga dan/atau ahli syaraf (neurologist) juga harus dihubungi. Bagaimanapun, prioritas utama memastikan bahwa mobil ambulan tiba sesegera mungkin.
Orang yang terpengaruh harus berbaring rata untuk mempromosikan suatu aliran darah yang optimal ke otak.

Jika keadaan mengantuk, tidak merespon, atau mual hadir, orang itu harus diletakkan pada posisi pertolongan pada sisi mereka untuk mencegah tercekik jika muntah terjadi.

Walaupun aspirin memainkan suatu peran utama dalam pencegahan stroke (lihat dibawah), sekali gejala-gejala dari suatu stroke mulai, adalah umumnya direkomendasi bahwa tambahan aspirin jangan diberikan hingga pasien menerima perhatian medis. Jika stroke adalah tipe dari perdarahan, aspirin dapat secara teori membuat persoalan-persoalan lebih buruk.

Cincinnati Prehospital Stroke Scale (CPSS)

Menurut suatu studi oleh University of North Carolina, tiga perintah-perintah mungkin digunakan untuk menilai apakah seseorang mungkin mengalami suatu stroke. Orang-orang awam dapat memerintahkan seorang korban stroke yang berpotensi untuk:

1.Senyum
2.Mengangkat kedua tangan
3.Mengucapkan suatu kalimat sederhana
4.Tiga perintah-perintah, dikenal sebagai Cincinnati Prehospital Stroke Scale (CPSS)
digunakan oleh ahli-ahli kesehatan sebagai suatu langkah pertama yang sederhana dalam proses penilaian untuk tanda-tanda dari stroke. Jika seseorang mempunyai kesulitan dengan salah satu dari perintah-perintah sederhana ini, pelayanan-pelayanan darurat (911) harus segera dipanggil dengan suatu penjelasan situasi, memberitahukan bahwa anda mencurigai orang itu sedang mendapat suatu stroke.

Mendiagnosis Stroke

Sebuah stroke adalah suatu keadaan darurat medis. Siapa saja yang dicurigai mendapat suatu stroke harus dibawa ke suatu fasilitas medis segera untuk evaluasi dan perawatan. Pada awalnya, dokter mengambil suatu sejarah medis dari pasien jika ia sadar atau keluarga lain dengan pasien jika mereka tersedia, dan melaksanakan suatu pengujian fisik.

Jika seseorang telah sedang ditangani oleh seorang dokter tertentu, adalah ideal untuk dokter itu berpartisipasi dalam penilaian. Pengetahuan sebelumnya dari pasien dapat memperbaiki keakuratan dari evaluasi. Seorang ahli syaraf, seorang dokter yang spesialisasi pada kelainan-kelainan dari sistim syaraf dan penyakit-penyakit otak, akan seringkali membantu dalam diagnosis dan manajemen dari pasien-pasien stroke.

Hanya karena seseorang telah tidak jelas bicaranya atau kelemahan pada satu sisi tubuh tidak harus menandakan kejadian dari suatu stroke. Ada banyak kemungkinan-kemungkinan lain yang bertanggung jawab untuk gejala-gejala ini.

Kondisi-kondisi lain yang dapat meniru suatu stroke termasuk:
1.tumor-tumor otak,
suatu bisul otak (suatu koleksi dari nanah didalam otak yang disebabkan oleh bakteri atau suatu jamur),
2.sakit kepala migraine,
3.perdarahan di otak secara spontan atau dari trauma,
4.meningitis atau encephalitis,
5.suatu overdosis dari obat-obat tertentu, atau
6.suatu ketidakseimbangan dari sodium, calcium, atau glucose didalam tubuh dapat juga menyebabkan perubahan-perubahan dalam sistim syaraf yang dapat meniru suatu stroke.

Pada evaluasi stroke akut, banyak hal-hal akan terjadi pada saat yang bersamaan. Ketika dokter sedang mengambil sejarah dan melaksanakan pengujian fisik, staf-staf perawat akan mulai memonitor tanda-tanda vital dari pasien, mendapatkan tes-tes darah, dan melakukan suatu electrocardiogram (EKG atau ECG).

Bagian dari pengujian fisik yang telah menjadi standar adalah penggunaan suatu skala stroke. The American Heart Association telah mempublikasikan suatu petunjuk pada pengujian dari sistim syaraf untuk membantu orang-orang penyedia perawatan menentukan keparahan dari suatu stroke dan apakah intervensi yang agresif mungkin diberikan.

Ada suatu kerangka waktu yang sempit untuk intervensi dalam suatu stroke akut dengan obat-obat untuk membalikan kehilangan dari suplai darah pada bagian dari otak (silahkan lihat TPA dibawah). Pasien perlu dievaluasi dan distabilkan secara tepat sebelum obat-obat penghancur bekuan atau gumpalan dapat digunakan secara potensial.

Computerized tomography: Dalam rangka untuk membantu menentukan penyebab dari suatu stroke yang dicurigai, suatu tes x-ray khusus yang disebut suatu CT scan dari otak seringkali dilaksanakan. Suatu CT scan digunakan untuk mencari perdarahan atau massa didalam otak, suatu situasi yang sangat berbeda daripada stroke yang juga dirawat secara berbeda.
MRI scan: Magnetic resonance imaging (MRI) menggunakan gelombang-gelombang magnet daripada x-rays untuk mencitrakan (image) otak. Gambar-gambar (images) MRI adalah jauh lebih detil daripada yang dari CT, namun ini bukanlah suatu tes baris pertama dalam stroke. Dimana suatu CT scan mungkin diselesaikan dalam waktu beberapa menit, suatu MRI mungkin memakan waktu lebih dari satu jam untuk diselesaikan.

Suatu MRI mungkin dilaksanakan kemudian didalam perjalanan perawatan pasien jika detil-detil yang lebih halus diperlukan untuk membuat keputusan medis yang lebih jauh. Orang-orang dengan alat-alat medis tertentu (contohnya, pemacu jantung) atau metal (logam) lain didalam tubuhnya, tidak dapat dipaparkan pada medan magnet yang kuat dari suatu MRI.

Metode-metode lain dari teknologi MRI: Suatu MRI scan dapat juga digunakan untuk secara khusus melihat pembuluh-pembuluh darah secara non-invasif (tanpa menggunakan tabung-tabung atau suntikan-suntikan), suatu prosedur yang disebut suatu MRA (magnetic resonance angiogram).

Metode MRI lain yang disebut diffusion weighted imaging (DWI) sedang ditawarkan pada beberapa pusat-pusat medis. Teknik ini dapat mendeteksi area kelainan beberapa menit setelah aliran darah ke suatu bagian dari otak telah berhenti, sedangkan suatu MRI konvensional mungkin tidak mendeteksi suatu stroke hingga sampai enam jam setelah ia telah mulai, dan suatu CT scan adakalanya tidak dapat mendeteksinya sampai ia berumur 12 sampai 24 jam.

Sekali lagi, ini adalah bukan tes garis pertama dalam mengevaluasi seorang pasien stroke, ketika waktu adalah sangat penting.

Computerized tomography dengan angiography: Menggunakan dye yang disuntikan kedalam suatu vena di tangan, gambar-gambar dari pembuluh-pembukuh darah didalam otak dapat memberikan informasi tentang aneurysms atau arteriovenous malformations.

Begitu juga, kelainan-kelainan lain dari aliran darah otak mungkin dievaluasi. Dengan peningkatan teknologi yang canggih, CT angiography telah menggantikan angiogram-angiogram konvensional.

Angiogram Konvensional: Suatu angiogram adalah tes lain yang adakalanya digunakan untuk melihat pembuluh-pembuluh darah. Suatu tabung kateter yang panjang dimasukkan kedalam suatu arteri (biasanya di area pangkal paha) dan dye disuntikan ketika x-rays secara simultan diambil.

Dimana suatu angiogram memberikan beberapa dari gambar-gambar yang paling detil dari anatomi pembuluh darah, ia juga adalah suatu prosedur invasif dan digunakan hanya ketika diperlukan secara mutlak. Contohnya, suatu angiogram dilakukan setelah suatu hemorrhage ketika sumber perdarahan yang tepat perlu diidentifikasi.

Ia juga adakalanya dilaksanakan untuk secara akurat mengevaluasi kondisi dari suatu arteri karotid ketika operasi untuk membuka halangan pembuluh darah itu direnungkan.
Carotid Doppler ultrasound: Suatu carotid Doppler ultrasound adalah suatu metode non-invasif yang menggunakan gelombang-gelombang suara untuk menyaring/melihat penyempitan-penyempitan dan pengurangan aliran darah pada arteri karotid (arteri utama pada leher yang mensuplai darah ke otak).

Tes-Tes Jantung: Tes-tes tertentu untuk mengevaluasi fungsi jantung seringkali dilaksanakan pada pasien-pasien stroke untk mencari sumber dari suatu embolism. Suatu echocardiogram adalah suatu tes gelombang suara yang dilakukan dengan meletakkan alat microphone pada dada atau menuruni kerongkongan (transesophageal echocardiogram) dalam rangka untuk melihat kamar-kamar jantung.

Suatu monitor Holter adalah serupa dengan suatu electrocardiogram (EKG) reguler, namun penempel-penempel electrode tetap pada dada untuk 24 jam atau lebih lama dalam rangka untuk mengidentifikasi suatu irama jantung yang salah/cacat.

Tes-Tes Darah: Tes-tes darah seperti suatu angka pengendapan (sedimentation rate) dan C-reactive protein dilakukan untuk mencari tanda-tanda dari peradangan yang dapat menyarankan arteri-arteri yang meradang. Protein-protein darah tertentu yang dapat meningkatkan kesempatan stroke dengan menebalkan atau mengentalkan darah diukur. Tes-tes ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi penyebab-penyebab stroke yang dapat dirawat atau untuk membantu mencegah luka yang lebih jauh. Tes-tes penyaringan darah yang mencari infeksi yang potensial, anemia, fungsi ginjal, dan kelainan-kelainan elektrolit mungkin juga dipertimbangkan.

Perawatan Stroke

Tissue plasminogen activator (TPA)

Ada kesempatan untuk menggunakan alteplase (TPA) sebagai suatu obat penghancur bekuan atau gumpalan untuk memecahkan bekuan darah yang menyebabkan stroke. Ada suatu jendela yang sempit dari kesempatan untuk menggunakan obat ini. Lebih awal ia diberikan, lebih baik hasilnya dan lebih kurang berpotensi untk komplikasi perdarahan kedalam otak.

Petunjuk-petunjuk sekarang dari American Heart Association merekomendasikan bahwa jika digunakan, TPA harus diberikan didalam tiga jam setelah timbulnya gejala-gejala. Secara normal, TPA disuntikan kedalam suatu vena di lengan. Kerangka waktu untuk penggunaan dapat diperlebar ke enam jam jika ia diteteskan secara langsung kedalam pembuluh darah yang terhalang.

Ini biasanya dilaksanakan oleh seorang interventional radiologist, dan tidak semua rumah sakit mempunyai akses ke teknologi ini.
Untuk posterior circulation strokes yang melibatkan sistim vertebrobasilar, kerangka waktu untuk perawatan dengan TPA mungkin diperlebar bahkan lebih jauh ke 18 jam.
Heparin dan aspirin

Obat-obat untuk pengencer darah (anticoagulation; contohnya, heparin) juga adakalanya digunakan dalam merawat pasien-pasien stroke dalam harapan untuk memperbaiki kesembuhan atau kepulihan pasien. Adalah tidak jelas, bagaimanapun, apakah penggunaan dari anticoagulation memperbaiki hasil dari stroke sekarang atau hanya membantu mencegah stroke yang berikutnya (lihat dibawah).

Pada pasien-pasien tertentu, aspirin yang diberikan setelah timbulnya suatu stroke mempunyai suatu efek yang kecil tapi dapat diukur pada kesembuhan. Dokter yang merawat akan menentukan bat-obat yang digunakan berdasarkan pada keperluan-keperluan spesifik dari seorang pasien.
Mengendalikan Persoalan-Persoalan Medis Lain

Kontrol tekanan darah dan kolesterol adalah kunci untuk pencegahan dari kejadian-kejadian stroke dimasa depan. Pada serangan-serangan transient ischemic, pasien mungkin dipulangkan dengan obat-obat bahkan jika tingkat-tingkat tekanan darah dan kolesterol bisa diterima. Pada suatu stroke akut, tekanan darah akan dikontrol secara ketat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Pada pasien-pasien dengan diabetes, tingkat gula darah (glucose) seringkali terangkat setelah suatu stroke. Mengontrol tingkat glucose pada pasien-pasien ini mungkin mengecilkan ukuran dari suatu stroke. Akhirnya, oksigen mungkin dimasukkan ke pasien-pasien stroke ketika diperlukan.

Rehabilitasi

Ketika seorang pasien tidak lagi sakit akut setelah suatu stroke, staf pelayanan kesehatan fokus pada memaksimalkan kemampuan-kemampuan fungsional pasien. Ini paling sering dilakukan dalam suatu rumah sakit rehabilitasi pasien dalam atau dalam suatu area khusus dari suatu rumah sakit umum. Rehabilitasi dapat juga mengambil tempat pada suatu fasilitas perawatan.

Proses rehabilitasi dapat memasukkan beberapa atau semua dari yang berikut:
terapi kemampuan berbicara untuk mempelajari kembali berbicara dan menelan;
terapi pekerjaan untuk memperoleh kembali keterampilan pada lengan-lengan dan tangan-tangan;
terapi fisik untuk memperbaiki kekuatan dan jalan; dan
pendidikan keluarga untuk mengorientasikan mereka pada perawatan untuk orang yang dicintai mereka di rumah dan tantangan-tantangan yang akan mereka hadapi.
Tujuannya adalah supaya pasien-pasien mendapat kembali sebanyak mungkin, jika tidak seluruhnya, dari aktivitas-aktivitas dan fungsi-fungsi sebelum stroke mereka. Karena suatu stroke melibatkan kehilangan permanen dari sel-sel otak, suatu pengembalian total pada keadaan sebelum stroke pasien sayangnya, adalah suatu tujuan yang tidak realistik pada banyak kasus-kasus.

Ketika seorang pasien stroke siap untuk pulang kerumah, seorang perawat mungkin datang kerumah untuk suatu periode waktu sampai keluarganya akrab dengan perawatan untuk pasien dan prosedur-prosedur untuk memberikan beragam obat-obat.

Terapi fisik mungkin berlanjut di rumah. Akhirnya, pasien biasanya ditinggal dirumah dengan seorang atau beberapa orang pemberi perawatan, yang sekarang menemukan kehidupan-kehidupan mereka telah berubah pada cara-cara utamanya. Merawat pasien stroke dirumah mungkin adalah mudah atau hampir sangat mendekati tidak mungkin.

Pada waktu-waktu, itu menjadi jelas bahwa pasien harus ditempatkan pada suatu rumah perawatan atau suatu fasilitas perawatan yang terampil karena perawatan yang tepat tidak dapt diberikan di rumah meskipun dengan maksud-maksud yang baik dari keluarga.
Komplikasi-Komplikasi Yang Terjadi Setelah Suatu Stroke

Suatu stroke dapat menjadi memburuk meskipun suatu kedatangan yang dini pada rumah sakit dan perawatan medis yang tepat. Adalah bukan tidak biasa untuk suatu stroke dan suatu serangan jantung terjadi pada saat yang bersamaan atau dalam kedekatannya yang sangat satu sama lain.

Sewaktu penyakit akut, menelan mungkin dipengaruhi. Kelemahan yang mempengaruhi lengan, kaki, dan sisi muka dapat juga berdampak pada otot-otot menelan. Suatu stroke yang menyebabkan kemampuan bicara yang tidak jelas nampaknya mempengaruhi pasien pada mekanik-mekanik menelan yang abnormal.

Jika sampai makanan atau air liur memasuki trachea sebagai gantinya kerongkongan ketika makan atau menelan, pneumonia atau suatu infeksi paru dapat terjadi. Menelan yang abnormal dapat juga terjadi tidak tergantung dari kemampuan bicara yang tidak jelas.

Karena suatu stroke seringkali dapat berakibat pada kelumpuhan, bekuan-bekuan darah dapat berkembang pada suatu vena kaki (deep vein thrombosis). Ini merupakan suatu risiko untuk suatu bekuan yang berjalan keatas ke dan memondok didalam paru-paru - suatu situasi yang secara potensial mengancam nyawa (pulmonary embolism).

Ada sejumlah cara-cara dimana dokter yang merawat dapat membantu mencegah bekuan-bekuan vena kaki ini. Kelumpuhan yang berkepanjangan dapat juga menjurus pada luka-luka atau lecet-lecet tekanan (suatu pecahnya kulit, yang disebut decubitus ulcers), yang dapat dicegah dengan seringkali mereposisi (membalikan) pasien oleh perawat atau penjaga-penjaga lain.

Pasien-pasien stroke seringkali mempunyai beberapa persoalan dengan depresi sebagai bagian dari proses kesembuhan, yang perlu dikenali dan dirawat.
Prognosis yang mengikuti suatu stroke dihubungkan pada keparahan dari stroke dan berapa banyak dari otak yang telah dirusak.

Beberapa pasien-pasien kembali ke suatu kondisi yang mendekati normal dengan kekakuan yang minimal atau kerusakan-kerusakan kemampuan berbicara. Banyak pasien-pasien stroke ditinggalkan dengan persoalan-persoalan yang permanen seperti hemiplegia (kelemahan pada satu sisi tubuh), aphasia (kesulitan atau ketidakmampuan untuk berbicara), atau incontinence (tidak dapat menahan) dari usus besar dan/atau kandung kemih. Suatu jumlah yang signifikan dari orang-orang menjadi tidak sadarkan diri dan meninggal setelah suatu stroke utama.

Jika suatu stroke adalah secara besar-besaran atau membinasakan pada kemampuan seseorang untuk berpikir atau berfungsi, keluarga ditinggalkan dengan beberapa keputusan-keputusan yang sangat sulit. Pada kasus-kasus ini, adakalanya sebaiknya membatasi intervensi medis yang lebih jauh.

Adalah seringkali tepat untuk dokter dan keluarga pasien untuk mendiskusikan dan menerapkan perintah-perintah untuk tidak menyadarkan pasien pada kasus dari suatu cardiac arrest (berhentinya kerja jantung), karena kwalitas hidup untuk pasien akan begitu buruk.

Pada banyak kasus-kasus, keputusan ini dibuat sedikit banyaknya lebih mudah jika pasien telah membuat permintaan semacam ini ketika masih baik.
Yang Dapat Diperbuat Untuk Mencegah Suatu Stroke

Pengurangan Faktor Risiko

1.Tekanan Darah Tinggi: Kemungkinan menderita suatu stroke dapat dengan jelas dikurangi dengan mengontrol faktor-faktor risiko. Faktor risiko yang paling penting untuk stroke adalah tekanan darah tinggi.

Jika tekanan darah seseorang adalah terlalu tinggi secara gigih, secara kasar lebih besar dari 130/85, risiko dari suatu stroke meningkat dalam proporsi ke derajat dimana tekanan darah terangkat. Mengontrol tekanan darah dalam batasan normal mengurangi kesempatan-kesempatan dari suatu stroke.

2.Merokok: Faktor risiko penting lain adalah rokok atau penggunaan tembakau lain. Rokok-rokok menyebabkan arteri-arteri karotid mengembagkan atherosclerosis yang berat, yang dapat menjurus pada penutupan mereka dan menghalangi aliran darah ke otak.
Atherosclerosis pada umumnya, termasuk keterlibatan dari arteri-arteri yang mensuplai darah ke jantung, dipercepat oleh merokok. Jadi, ketika seorang individu merokok, pertanyaan utama menjadi - yang mana akan terjadi pertama; suatu stroke, serangan jantung, atau kanker paru?

3.Diabetes: Faktor risiko lain untuk mengembangkan suatu stroke adalah diabetes mellitus. Diabetes menyebabkan pembuluh-pembuluh kecil untuk menutup secara prematur. Ketika pembuluh-pembuluh darah ini tertutup diotak, stroke-stroke kecil (lacunar) mungkin terjadi.

Kontrol gula darah yang baik adalah penting dalam mengurangi risiko stroke pada pasien-pasien diabetic. Suatu tingkat kolesterol darah yang naik adalah juga suatu faktor risiko untuk suatu stroke disebabkan oleh akhirnya halangan dari pembuluh-pembuluh darah (atherosclerosis). Suatu diet yang sehat dan obat-obat dapat membantu membuat normal suatu tingkat kolesterol darah yang naik.

4.Pengencer Darah/Warfarin: Suatu denyutan jantung yang tidak teratur (terutama atrial fibrillation) dihubungkan dengan suatu risiko yang meningkat dari suatu embolic stroke, dimana bekuan darah berjalan dari jantung, melalui aliran darah, dan kedalam otak. Warfarin (Coumadin) adalah suatu "pengencer" darah yang mencegah darah membeku/menggumpal.

Obat ini seringkali digunakan pada pasien-pasien dengan atrial fibrillation untuk mengurangi risiko ini. Warfarin juga adakalanya digunakan untuk mencegah kekambuhan dari suatu stroke pada situasi-situasi lain, seperti dengan kondisi-kondisi jantung lain yang tertentu dan kondisi-kondisi dimana darah mempunyai suatu tendensi untuk membeku dengan sendirinya (hypercoagulable states).

Pasien-pasien yang mengkonsumsi warfarin perlu untuk mendapatkan check-check darah secara periodik untuk memastikan bahwa dosis mereka sekarang menghasilkan efek yang diinginkan. Pasien-pasien pada warfarin juga perlu untuk mengetahui bahwa mereka berada pada risiko yang meningkat untuk perdarahan, secara eksternal atau internal.

Aspirin dan Terapi Antiplatelet Lain: Banyak pasien-pasien stroke yang tidak memerlukan warfarin dapat menggunakan kelompok dari obat-obat yang disebut obat-obat "antiplatelet" untuk mengurangi risiko mereka menderita stroke lainnya.

Obat-obat ini mengurangi kecenderungan dari darah untuk membeku (clog) didalam arteri-arteri. Sebagai suatu efek sampingan, pasien-pasien pada obat-obat ini biasanya mempunyai suatu kemungkinan perdarahan yang lebih tinggi, namun risiko ini adalah lebih kecil daripada ketika mengkonsumsi suatu anticoagulant seperti warfarin.

Yang paling umum diresepkan agent antiplatelet pilihan pertama untuk mencegah suatu kekambuhan stroke adalah aspirin. Jika pasien mempunyai suatu rekasi yang kurang baik terhadap aspirin atau mempunyai suatu stroke meskipun berada pada aspirin, preparat-preparat antiplatelet yang lebih baru dapat digunakan [clopidogrel (Plavix), dipyridamole (Persantine)].

5.Carotid endarterectomy: Pada banyak kasus-kasus, seseorang mungkin menderita suatu TIA atau suatu stroke yang disebabkan oleh penyempitan atau pemborokan/ulceration (luka-luka) dari arteri-arteri karotid (arteri-arteri utama pada leher yang mensuplai darah ke otak).

Jika dibiarkan tidak dirawat, pasien-pasien dengan konidsi-kondisi ini mempunyai suatu risiko tinggi mengalami suatu stroke utama di masa depan. Suatu operasi yang membersihkan arteri karotid dan memugar kembali aliran darah yang normal dikenal sebagai suatu carotid endarterectomy.

Prosedur ini telah ditunjukkan dengan jelas mengurangi kejadian dari suatu stroke yang berikutnya. Pada pasien-pasien yang mempunyai suatu arteri karotid yang menyempit, namun tidak ada gejala-gejala, operasi ini mungkin diindikasikan dalam rangka untuk mencegah kejadian dari suatu stroke pertama.


Baca Selengkapnya......

STROKE



AMRULLAH SASTROASMORO. JAKARTA.

STROKE, Bebas Bergerak Seperti Dulu

SUDAH DUA BULAN INI, Amrullah Sastroasmoro menjalani hidup normal. Seluruh tubuhnya bisa digerak-gerakan, meski belum sepenuhnya pulih. Ayah tiga anak ini menderita lumpuh pada tubuh bagian kiri, mulai dari kepala hingga kaki.

Penyebabnya adalah stroke ketiga yang menyebabkan pembuluh darah di otak sebelah kanan pecah. "Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa merasakan gatal di tangan kiri saya lagi," katanya.

Kesembuhan ini berkat Tahitian Noni Juice (TNJ) yang diminumnya secara rutin sejak 5 Maret lalu. Awalnya, pensiunan PNS berusia 65 tahun ini menolak TNJ yang disodorkan istrinya.

Ia pesimis, stroke yang dideritanya sejak enam tahun lalu itu bisa disembuhkan. Sebab berbagai obat telah dicoba, termasuk coconut oil dan ramu-ramuan. "Tapi hasilnya tidak maksimal," cerita Amrullah.

Stroke ketiganya terbilang cukup berat. Pembuluh darah di otak sebelah kanan pecah sehingga menyebabkan kelumpuhan.

Berkat istri yang gigih menyodorkan TNJ, akhirnya jus noni itu diminumnya secara berkala, 2 sloki setiap hari. Namun 3 hari kemudian, kinerja TNJ tidak terasa maksimal, sampai suatu ketika Amrullah dan istrinya menemui Dr. Amrullah di acara Health Talk TNJ dan menanyakan perihal sakitnya.

Ternyata dosisnya yang kurang. Setelah ditambah 4 sloki sehari, dua minggu berikutnya Amrullah merasakan getaran-getaran pembuluh darah di tangannya. Rasanya seperti kesemutan.

Saya teringat ucapan Dr. Amrullah, bahwa itu adalah efek penyembuhan,"katanya. Benar saja, keesokan harinya ia sudah bisa menyendok nasi dari magic jar dan merasakan kepulan asapnya. Sepontan ia mengucap syukur "Alhamdulillah"
Baca Selengkapnya......